AL
FATIHAH
Surat Al-Fatihah yang diturunkan di Mekah ini, dinamakan Al Faatihah yang berarti
Pembuka, karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Qu`an. Dinamakan juga `umul Kitab atau
`umul Qur`an,karena di merupakan induk bag semua isi Al Qur`an,serta menjadi
inti sari dari kandungan Al Qur`an, dan karena itu diwajibkan membacanya pada
tiap-tiap rakaat shalat.
Surat ini
mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Qur`an,yaitu :
a.
Keimanan
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat
ke 2,
(Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam).
Alhamdu
(segala puji). memuji orang adalah Karena perbuatannya yang baik yang
dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya
Karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui
keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala
puji bagi Allah ialah Karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut
dipuji.
Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang
Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk
Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah).
'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai
jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan,
benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.
dimana
dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas sesuatu ni`mat
itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala ni`mat yang
terdapat dalam alam ini.
Di
antara ni`mat itu adalah ni`mat
menciptakan,ni`mat mendidik dan menumbuhkan, , sbab kta Rabb dalm kalimat
Rabbul- `aalamin tidak hanya berarti Tuhan dan Penguasa, tetapi juga mengandung
arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala
ni`mat yang dilihat seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini
bersumber dari Allah , karena Tuhan lah yang Maha Berkuasa di alam ini.
Pendidikan, penjagaan dan penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah
diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi
sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambahkan keyakinan manusia
kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bgi masyarakat. Oleh karena
keimanan (ketauhidan) itu merupakan maslh yang pokok, aka di dalam surat Al
Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan
dilengkapi dengan ayat 5, yaitu
x$Î)
ßç7÷ètR
y$Î)ur
ÚúüÏètGó¡nS
ÇÎÈ
(Hanya Engkaulah
yang kami sembah dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan).
Yang dimksud
dengan Yang menguasai hari pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang
berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap ni`mat
dan takut terhadap siksaan-Nya.
Hal ini mengandung
arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman
terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat dalam ayat 5 semata-mata
ditujukan kepad Allah. Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan
ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai
Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang
mutlak terhadapnya. Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata
isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang
tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
b.
Hukum-hukum
Jalan kebahagiaan
dan bagaimana menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan
akhirat. Maksud hidayah di sini ialah hidayah yng menjadi sebab dapatnya
keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai keyakinan maupun
akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.
c.
Kisah-kisah :
Kisah para nabi
dan kisah orang-orang terdahulu yang menentang Allah. Sebahagiaan besar dari
ayat-ayat Al Qur`an memuat kisah-kisah pra nabi dan kisah orang-orang yang
meentang Allah. Yang dimaksud orang-orag yang diberi ni`mat dlm ayat ini ialah
para nabi, para shiddiqin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhada
(orang-orang yang mati syahid), shaalihin (orang-orang yang shaleh). Sedangkan
orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat ialah golongan yang
menyimpang dari ajaran Islam.
Pirincian
dari hal-hal yang disebutkan di atas terdapat dalam ayat-ayat Al Qur`an pada
surat-surat yang lain.
Surat
Al Faatihah ini melengkapi unsur-unsur pokok Syari`at Islam, kemudian
dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al Qur`an yang 113 surat berikutnya.
1.
Persesuaian
surat Al Faatihah dengan surat Al Baqoroh dan surat-surat lainnya
Persesuaian
surat ini dengan surat Al Baqoroh dan
surat-surat lainnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik-titik pembahasan
yang akan diperinci dalam surat Al Baqoroh dan surat-surat sesudahnya.
Di
bahagian akhir surat Al Faatihah disebutkan permohonan hamba supaya diberi
petunjuk oleh Tuhan ke jalan yang lurus, sedang surat Al Baqarah dimulai dengan
penunjukan Al Kitab (Al Qur`n) yang sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang
dimaksudkan itu.
2.
Hubungan
surat Al Baqarah dengan surat Ali `Imran :
a.
Dalam surat Al
Baqarah disebutkan Nabi Adam as. yang langsung diciptakan Allah, sedang dalam
surat Ali `Imran disebutkan tentang kelahiran Nabi Isa as. yang kedua-duanya
dijadikan Allah menyimpang dari kebiasaan.
b.
Dalam surat Al
Baqarah Sifat dan perbuatan orang-orang Yahudi dibentangkan secara luas,
disertai dengan hujjah untuk mematahkan hujjah-hujjah mereka yang membela
kesesatan, sedang dalam surat Ali `Imran dibentangkan hal-hal yang serupa yang
berhubungan dengan orang Nasrani.
c.
Surat Al Baqarah dimulai
dengan menyebutkan tiga golongan manusia, ialah orang-orang mu`min, orang-orang
kafir, dan orang-orang munafik, sedang dalam surat Ali `Imran dimulai dengan
menyebutkan orang-orang yang suka menta`wilkan ayat yang mustasyabihat dengan ta1wil
yang salah untuk memfitnah orang mu`min dan menyebutkan orang yang mempunyai
keahlian dalam menta`wilkannya.
d.
Surat Al Baqarah disudahi
dengan permohonan kepada Allah agar diampuni kesalahan-kesalahan dan kealphaan
dalam melaksanakan ta`at, sedang dalam surat Ali `Imran disudahi dengn
permohonan kepada Allah agar Dia memberi pahala atas `amal kebaikan hamba-Nya.
e.
Surat Al Baqarah dimulai
dengan menyebutkan sifat-sifat orang yang bertaqwa, sedang dalam surat Ali
`Imran dimulai dengan perintah bertaqwa.
f.
Surat Al Baqarah
dan Ali `Imran dinamakan Az Zahrawani (dua yang cemerlang), karena kedua surat
ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti
kejadian dan kelahiran Nabi Isa as, kedatangan Nabi Muhammad saw, dan
sebagainya.
3.
Hubungan
surat Ali `Imran dengan surat An Nisa :
a.
Surat Al `Imran
disudahi dengan perintah bertaqwa,sesuai dengan permulaan surat An Nisaa`.
b.
Dalam surat Ali
`Imran disebutkan peperangan Badar dan Uhud dengan sempurna, keterangan
sebahagiannya diulangi dalam surat An Nisaa`.
c.
Dalam surat Ali
`Imran dikisahkan peperangan Hamraa-ul Asadyang terjadi sesudah perang Uhud,
dan peperangan itu disinggung pula dalam surat An Nisaa`.
d.
Dalam surat Ali
`Imran disebutkan bahwa banyak yang gugur di kalangan kaum musliminsebagai
Syuhadaa` yang berarti mereka meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka,
maka dalam bahagian permulan surat An Nisaa` disebutkan perintah memelihara
anak yatim serta pembahagian harta pusaka.
4.
Hubungan
surat An Nisaa` dengan surat Al Maa-idah :
a.
Surat An Nisa`
menerangkan beberapa macam `aqad seperti perkawinan, perceraian, warisan,
perjanjian, wasiat dan sebagainya. Sedang surat Al Maa-idah menyatakan supaya
hamba-hamba Allah memenuhi segala macam`aqad yang telah dilakukan baik terhadap
Allah maupun terhadap manusia disamping menerangkan `aqad-`aqad yang lain.
b.
Surat An Nsaa`
mengemukakan beberapa hukum secara umum dan mendatangkan jalan untuk menetapkan
sesuatu hukum, kemudian surat Al Maaidahmenjelaskan dan menegaskan hukum-hukum
itu.
c.
Sebagaimana halnya
surat Al Baqarah dan surat Ali `Imran mengemukakan hal-hal yang berhubungan
dengan pokok-pokok agama seperti ke-Esa-an Allah dan kenabian, maka surat An
Nisaa` dan surat Al Maaidah menerangkan tentang furu` agama (hukum fiqh),
seperti hal-hal yang berhubungan dengan hukum keluarga dan sebagainya.
d.
Akhir surat An
Nisaa` mengemukakan hujjah-hujjah atas kekeliruan orang-orang Yahudi dan
Nasrani serta kekeliruan kaum musyrikin dan munafikin. Hal serupa diterangkan
secara panjang lebar dalam surat Al Maaidah.
e.
Surat An Nisaa` dimulai dengan Yaa
ayyuhannaas..., yang nadanya sama dengan nada surat Makkiyyah, sedang surat
Al Maaidah sebagai surat Madaniyyah diwali dengan Yaa ayyuhalladziina aamanu... hal ini
menyatakan : sekalipun nadanya berlainan, tetapi yang dituju oleh kedua surat
ini ialah seluruh manusia.
5.
Hubungan
surat Al Maidah dengan surat Al An`am :
a.
Surat Al Maaidah
mengemukakan hujjah terhadap ahli kitab, sedang surat Al An`am mengemukakan
hujjah terhadapkaum musyrikin.
b.
Surat Al Maaidah memuat
makanan-makanan yang diharamkan dan binatang sembelihan secara terperinci,
sedang Surat Al An`am memuat secara umum.
c.
Akhir surat Al
Maaidah mengemukakan bahw Allah swt menguasai langit dan bumi, memberi balasan
terhadap perbuatan-perbuatan manusia selama di dunia, sedang permulaan surat Al
An`ammengutarakan bahwa segala puji hanya untuk Allah, Pencipta langit dan bumi
dan sumber kebahagiaan manusia.
6.
Hubungan
surat Al An`am dengan surat Al A`raf :
a.
Kedua surat tsb
termasuk diantara 7 surat yang panjang (assab`uth thiwal), keduanya sama-sama
membicarakan pokok-pokok aqidah agama. Dalam surat Al An`am dikemukakan
garis-garis besar aqidah-aqidah agama itu, sedang surat Al A`raf
menjelaskannya.
b.
Dalam surat Al
An`am Allah menjelaskan sal usul kejadian manusia yaitu dari tanah serta
menjelaskan beberapa generasi manusia yang telah dibinasakan Allah, kemudian
disinggung pula tentang rasul-rasul dengan menyebut beberapa nama mereka secara
garis besarnya, sedang dalam surat Al A`raf menjelaskannya.
c.
Pada bgian akhir
surat Al An `am, Allah mengatakan bahwa Dia menjadikan manusia
khalifah-khalifah di muka bumiserta mengangkat derajat sebagian mereka, mk
bagian permulaan surat Al A`raf Allah mengemukakan penciptan Adam as dan anak
cucunya dan dijadikan-Nya khalifah di atas bumi begitu pula anak cucunya.
d.
Mengenai segi
hubungan bagian akhir kedua surat ini adalah sbb. :
·
Bagian akhir surat
Al An`am, Allah mengatakan bahwa Al Qur`an adalah kitab pedoman yang benar, jalan
yang lurus dan diberkahi, maka umat manusia diperintahkan mengikutinya. Pada
bagian permulaan surat Al A`raf Allah mengulangi lagi perintah itu dan melarang
mengikuti selainnya.
·
Pada bagian akhir
surat Al An`am, Allah berfirman bhwa Dia akan memberikan keterangan tentang apa
yang seharusnya dilakukan manusia dan yang menjadi perselisihanmereka. Maka
pada permulaan surat Al A`raf, Allah menjelaskan apa yang dimaksud dengan Allah
memberi keterangan yaitu pengutusan para rasul yang bertugas memberi
keterangan dan mereka masing-masing akan diminta pertanggung jawaban.
·
Pada bagian akhir
surat Al An`am, Allah menyatakan bahwa orang-orang yang berbuat kebajikan akan
diganjar sepuluh kali lipatdan yang berbuat kejahatan akan dibalas seimbang
perbuatannya. Untuk menentukan kadar kebajikan dan kejahatan itu ada
timbangannya, maka Allah mengemukakan dibagian muka surat Al A`raf, bahwa
timbangan pada hari itu ialah kebenaran dan keadilan. Siapa yang berat
tmibangannya dialah yang beruntung dan siapa yang ringan timbanganny dialah
orang yang merugi. Kemudian Allah menceritakan keadaan nasib ashhabul A`raaf.
7.
Hubungan
surat Al A`raf dengan surat Al Anfal :
a.
Akhir surat Al
A`raf orang rasul sebelum Nabi Muhammad saw dalam menghadapi kaumnya, sedang
permulaan surat Al Anfal menerangkan keadan Nabi Muhammad saw dalam menghadapi
umatnya.
b.
Permusuhan antara
Adam dan Iblis di surga kemudian dilanjutkan permusuhan antara manusia yang
menerima petunjuk Allah dengan yang mengingkarinya, hal ini diterangkan dalam
surat Al A`raf. Hal serupa diterangkan lebih jelas dalam surat Al Anfal
sebagaimana pertentangan kedua golongan itu, serta tingkah laku mereka dalam
perang Badar.
Surat Al A`raf termasuk surat yang banyak
persesuaiannya dengan surat-surat yang lain : seperti Al Baqarah, Ali `Imran,
At Taubah, Yunus dan sebagainya.
8.
Persesuaian
surat Al Anfal dengan surat At Taubah :
a.
Perjanjin yang
dikemukakan dalam surat Al Anfal dijelaskan dalam surat At Taubah, terutama
hal-hal yang berhubungan dengan pengkhianatan musuh terhadap janji-janji mereka.
b.
Sama-sama
menerangkan tentang memerangi orang-orang musyrikin dan ahli kitab.
c.
Surat Al Anfal
menerangkan bahwa yang mengurus dan memakmurkan Masjidil Haram adalah
orang-orang yang bertaqwa, sedang surat At Taubah menerangkan bahwa orang-orng
musyrik tidak pantas mengurus dan memakmurkan Masjid, bahkan mereka akan
menghalang-halangi orang-orang terhadapnya.
d.
Sama-sama menyebut
sifat-sifat orang yang sempurna imannya, dn sifat orang-orang kafir, lalu pada
akhir surat diterangkan tentang hukum perlindungan atas orang-orang muslim yang
berhijrah, yang tidk berhijrah serta orang-orang kafir.
e.
Surat Al Anfal
menganjurkan agar bernafkah di jalan Allah, sedang surat At Taubah menegaskan
sekali lagi. Begitu pula dalam surat Al Anfal diterangkan tentang penggunaan
harta rampasan perang, sedang surat At Taubah menerangkan penggunaan zakat.
f.
Surat Al Anfal
menerangkan tentang orang munafik dan orang yang ada penyakit dalam hatinya,
kemudian surat At Taubah menerangkan lebih luas.
Hubungan
antara kedua surat ini sangatlah erat, bahkan sebagian mufair mengatakan bahwa
: kalau tidaklah ketentuan Allah, maka mereka akan memandang surat Al Anfal dan
surat At Taubah ini sebagai satu surat.
9.
Hubungan
surat At Taubah dengan surat Yunus :
a.
Pada akhir surat
keduanya sama-sama menyebutkan tentang risalah Nabi Muhammad saw.
b.
Surat At Taubah
menyebut keadaan orang-orang munafik serta menerangkan perbuatan meeka di waktu
Al Qur`an diturunkan sedang surat Yunus menerangkan sikap orang kafir terhadap
Al Qur`an.
10. Hubungan surat Yunus dengan surat Huud :
a.
Sama-sama dimulai
dengan aliif laam raa, kemudian diiringi dg menyebutkan risalah nabi-nabi yang
diutus Allah dan menerangkan kedudukan para rasul sebagai pemberi kabar gembira
dan pemberi peringatan.
b.
Pada pertengahan
surat sama-sama menerangkan taentang keingkaran orang-orang kafir terhadap Al
Qur`an, bantahan terhadap kepalsuan risalah para rasul, keingkaran kaum
musyrikin terhadap pokok agama. Kemudian sama-sama ditutup dg seruan agar
mengikuti rasul, besabar terhadap semua tindakan jahat kaum musyrikin,
istiqomah dan bertawakal kepada Allah.
c.
Sama-sama
menerangkan kisah para nabi, tetapi apa yg diutarakan dalam surat Hud lebih
bersifat menjelaskan terhdap apa yang diterangkan dalam surt Yunus.
11. Hubungan surat Huud degan surat Yusuf :
a.
Sama-sama dimulai
dg aalif lam raa, kemudian diiringi dg penjelasan tentang Al Qur`an.
b.
Surat Yusuf
menyempurnakan penjelasan kisah para rasul yang disebut dalam surat Huud dan
Yunus, kemudian kisah itu dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa Al Qur`an itu
adalh wahyu Ilaahi, tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad saw. nabi-nabi
atau rasul-rasul yang diutus Allah.
c.
Perbedaan kedua
surat ini dlam menjelaskan kisah-kisah para nabi ialah bahwa dalam surat Hud
diutarakan kisah beberapa orang rasul dengan kaumnya dengan menyampaikan
risalahnya, akibat bagi orang-orang yang mengikuti mereka, dan akibat bagi
orang yg mendustakan, kemudian dijadikan perbandingan dan khabar yang mengancam
kaum musyrikin Arabbeserta pengikut-pengikutnya. Dalam surat Yusuf diterangkan
tentang kehidupan nabi Yusuf yang mula-mula dianiaya oleh saudaranya yang
kemudian menjadi orang yang berkuasa yang dapat menolong saudara-saudaranya dan
ibu bapaknya. Pribadi nabi Yusuf as ini harus dijadikan teldan oleh semua yang
beiman kepada Nabi Muhammad saw.
12. Hubungan surat Yusuf dengan surat Ar Ra`ad :
a.
Dalam surat Yusuf
Allah menerangkan secara umum adanya tanda-tanda ke-Esa-an Allah di langit dan
di bumi kemudian menerangkan lagi lebih jelas dalam surat Ar Raad.
b.
Sama-sama memuat
pengalaman nabi-nabi terdahulu serta umatnya. Yang menentang kebenaran
mengalami kehancuran sedang yang mengikutinya mendapat kemenangan.
c.
Pada akhir surat
Yusuf diterangkan bahwa Al Qur`an itu bukanlah perkataan yang diada-adakan,
melainkan petunjuk bagi orang yg beriman dan keterangan yang demikian itu
diulung lagi pada awal surat Ar Raad.
13. Hubungan surat Ar Raad dengan surat Ibrahim :
a.
Dalam surat Ar
Raad disebutkan bahwa Al Qur`an itu diturunkan dalam bahasa Arab, sebagai
pemisah antara yang baik dg yg bathil, sedangkan hikmah menurunkannya dalam
bahasa Arab dijelaskan dalam surat Ibrahim.
b.
Dalam surat Ar
Raad disebutkan bahwa seorang rasul tidak akan bisa melakukan suatu mu`zijat
tanpa ijin dari Allah, maka dalam surat Ibrahim para rasul menegaskan bahwa
mereka adalah manusia biasa, tak dapat mendatangkan mu`zijat tanpa ijin Allah
swt.
c.
Dalam surat Ar
Raad disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw menyerukan gar manusia bertawakal
kepada Allah, dan dalam surat Ibrahim Nbi Muhammad saw menerangkan bahwa para
rasul bertawakal hanya kepada Allah,
d.
Dalam surat Ar
Raad disebutkan bahwa perbuatan-perbuatan makar orang-orang kafir, maka dalam
surat Ibrahim diulangi lagi, dan disebutkan pula sifatsifat mereka yg tidak
disebut dalam surat Ar Raad.
14. Persesuaian surat Ibrahim dengan surat Al Hijr :
a.
Keduanya dimulai
dg alif laam raa dan menerangkan sifat Al Qur`anulkarim.
b.
Dalam surat
Ibrahim Allah menjelaskan bahwa Al Qur`an itu pembimbing manusia ke jalan
Allah, kemudian dalam surat Al Hijr Allah menambahkan lagi bahwa Al Qur`an itu
akan tetap dijaga kemurniannya sepanjang masa.
c.
Masing-masing
surat inimelukiskan keadaan langit dan bumi dan menjelaskan bahwa
kejadian-kejadian alam ini mengandung hikmah, sebagai tanda ke-Esa-an dan
kebesaran Allah swt.
d.
Keduanya
mengandung kisah Nabi Ibrahim secara terperinci.
e.
Sama-sama
menerangkan keadaan orang-orang kafir di hari kiamat dan penyesalan mereka,
mengapa sewaktu hidup di dunia tidak menjadi orang mu`min.
f.
Samasa-ma
menceritakan kisah-kisah nabi jaman dahulu dg kaumnya serta menerangkan keadaan
orang-orang yg ingkar kepada nabi-nabi itu pada hari kiamat. Kisah-kisah itu
disampaikan kepada Nabi Muhammad saw untuk menghibur hati beliau diwaktu
menghadapi pelbagai kesulitan yg beliau alami dalam menyampaikan risalah Islam.
15. Hubungn surt Al Hijr dengan surat Aan Nahl :
a.
Sebagaimana
surat-surat makiyyah yang tutrun sebelum hijrah kedua surat ini juga berisi soal-soal ketauhidan,
kerasulan, dan hari kiamat.
b.
Pada akhir surat
AL Hijr (ayat 92,93), Allah menyatakan bahwa manusia akan dimintai
pertanggungjawaban pada hari kiamat terhadap apa yang telah dikerjakannya di
dunia, maka pada awal surat AN Nahl , Allah menegaskan kepastian datangnya hari
kiamat itu, dan pada ayat 93 ditegaskan lagi pertanggugjawaban manusia itu.
c.
Pada bagian
pertama surat Al hijr, Allah menegaskn tentang kebenaran Al Qur`an serta
jaminannya untuk memeliharanya, sedang pada surat Al Nahl terdapat ancaman
terhadap mereka yang mendustakan kebenaran Al Qu`ran.
16. Hubungan surat An Nahl dengan surat Al Isra` :
a.
Dalam surat An
Nahl ini Allah menyebutkan perselisihan orang-orang Yahudi tentang hari Sabtu,
kemudian di surat Al Isra` dijelaskan syari`at orang Yahudi yang ditetapkan di
dalam Taurat.
b.
Sesudah Allah swt
menganjurkan kepada Nabi Muhammad saw agar bersabar dan melarang beliau agar jangan berduka cita atau berkecil hati
disebabkan tipu daya orang-orang Musyrikin, maka disurat Al Isra` Allah menerangkan
kemuliaan Nabi Muhammad aw serta martabatnya yang tinggi di hadapan Allah swt.
c.
Dalam surat An
Nahl ini Allah menerangkan bermacam-macam ni`matnya, di samping itu Allah
menerangkan bahwa kebanyakan manusia tidak mensyukuri ni`mat itu, kemudian dalam
surat Al Isra` disebut lagi ni`mat-ni`mat yang lebih besar yang diberikan
kepada Bani Israil yang mereka tidak mensyukurinya, malah mereka membuat
kerusakan di muka bumi.
d.
Dalam surat An
Nahl Allah mengatakan bahwa air madu yang keluar dari lebah merupakan minuman
yang mengandung obat bagi manusia, maka dalam surat Al Isra` diterangkan bahwa
Al Qur`anpun mengandung obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
17. Hubungan surat Al Isra` dengan surat Al Kahfi :
a.
Surat Al Isra`
dimulai dg tasbih sedang surat Al Kahfi dimulai dengan tahmid. Tasbih dan
tahmid merupakan dua kata yg acap kali bergandengan dalam firman-firman Allah.
b.
Penutup surat Al
Isra` dan pembukaan Al Kahfi, sama-sama diawali denga bertahmid kepada Allah.
c.
Menurut riwayat,
ada tiga pertanyaan yang disampaikan oleh orang Yahudi dg perantara orang-orang
musyrikin kepada Nabi Muhammad saw, yakni masalah roh, cerita ashabul Kahfi,
dan kisah Zulkarnain. Masalah roh itu dijawab dalam surat Al Isra` dan dua
masalah yg lainnya pada surat Al Kahfi.
d.
Pada surat Al
Isra` ayat 85 Allah berfirman : “Dan tidaklah kamu diberi
ilmu hanyalah sedikit”,firman ini ditujukan kepada sebagian orang-orang
Yahudi yang merasa sombong dengan ilmu pengetahuan yang ada pada mereka, sebab
bagaimanapun mereka adalah manusia yang hanya diberi ilmu pengetahuan yang
sedikit. Dalam surat Al Kahfi Allah menceritakan tentang Nabi Musa as dg Nabi
Khidr as yang belum pernah diketahui oleh orang-orang Yahudi.
18. Persesuaian surat Al Kahfi dengan surat Maryam :
a.
Kedua surat ini
mengandung kisah-kisah yg ajaib, seperti Al Kahfi menceritakan kisah Ashabul
Kahfi, kisah Musa as dg Khidr as, kisah Zulkarnain, sedang surat Maryam
mengemukakan kisah kelahiran Yahya as di waktu bapaknya Zakaria as telah sangat
tua dan ibunya seorang wanita tua yg mandul, dan kisah kelahiran Isa as tanpa
bapak.
b.
Bagian akhir surat
Al Kahfi menerangkan tentang ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yg
mengambil pelindung selain Allah, semua `amal mereka sia-sia dan mereka
dimasukkan ke dalam neraka, sedang pada bagian akhir surat Maryam diulangi lagi
celaan dan ancaman Allah terhadap
orang-orang yg mempersekutukan-Nya.
19. Persesuaian surat Maryam dengan surat Thaaha :
a.
Surat Maryam
mengemukakan kisah-kisah nabi dan rasul; ada yg terperinci, ada yg secara
ringkas, ada pula yg disebut namanya saja, yaitu nabi Adam as. Surat Thaaha
mengemukakan pula beberapa kisah para nabi dan rasul sebagaimana surat Maryam.
Kisah Musa as dalam surat Maryam disebut secara singkat, sedang dalam surat
Thaaha dikemukakan secara terperinci. Begitu pula kisah Adam as yang hanya
namanya disebut dalam surat Maryam, sedang dalam surat Thaaha disampaikan
secara terperinci.
b.
Menurut riwayat
Ibnu Abbas, surat Thaaha diturunkan kepada nabi Muhammad saw setelah Allah
menurunkan surat Maryam.
c.
Akhir surat Maryam
menerangkan bahwa Al Qur`an diturunkan dalam bahasa Arab, sebagai kabar gembira
bagi orang-orangyg taqwa dan peringatan bagi orang-orang yg ingkar, sedang awal
surat Thaaha menerangkan dan menguatkan lagi.
20. Persesuaian surat Thaaha dan surat Al Anbiya :
Surat Thahaa diakhiri dengan
menerangkan bahwa manusia mudah dipengaruhi oleh kenikmatan hidup duniawi,yang
oleh Allah dijadikan cobaan bagi manusia, juga diakhiri dengan menyuruh berabar
dan bersembahyang,sret menerangkan apa-apa yang diterima oleh orang-orang yg
bertaqwa. Hal itu diulangi lagi dalam permulaan surat Al Aniyaa dan ditegaskan
bahwa manusi elalu lalai dan lupa terhadap perbuatan-perbuatan yg harus
dilakukannyauntuk menghadapi hari kiamat dan berhisab di akhirat nanti.
21. Persesuaian urat Al Anbiya dengan surat Al Hajj :
a.
Pada akhir suat Al
Anbiya dikemukakan hal-hal yg berhubungan dg hari kiamat,sedang pada bagian
permulaan surat Al Hajj mengemukakan bukti-bukti adanya hari kiamat dg dalil
akal.
b.
Surat An Anbiya
mengutarakan bahwa Allah tidak menjadikan manusia segai makhluk yg kekal
hidupnya, semua akan merasai mati. Kemudian merek dibangkitkan di hari kiamat
untuk dihisab perbuatan-perbuatan yg telah dilakukan keika hidup di dunia. Pada
surat Al Hajj diterangkan bahwa manusia dapat menjadikan dalil keadaan
pertumbuhan yg terdapat di alam semesta, dari ada kepada tidak ada dan
sebaliknya. Sebagai bukti bahwa janji Allah tentang hari berbangkit pasti
menjadi kenyataan.
c.
Surat Al Anbiya
menerangkan kisah nabi-nabi dan dalil-dalil yg dihadapkan pada kaumnya tentang
kebenaran agama yg dibawanya , sedang
surat Al Hajj menuntut agar manusia
memperhatikan aneka ragam ciptaan Allah dan pengaturannya, untuk
memperkuat kepercayaan kepada kebenaran agama Allah.
22. Persesuaian surt Al Hajj dengan surat Al Mu`minun :
a.
Surat Al Hajj
menyuruh orang-orang mu`min mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, mengerjaka
anek rupa kebaikan agar mendapat keberuntungan, sedang permulan surat Al
Mu`minun menegaskan bahwa orang-orang mu`min bila mereka betul-betul
mengerjakan apa yg diperintahkan Allah dan menjauhi apa yg dilarag-Nya seperti
zina, pasti mendapat keuntungan.
b.
Sama-sama
mengemukakn tentang penciptaan manusia, perkembangan kejadian, dan kehidupan,
dan menjadikan hal yg demikian segai bukti adanya hari berbangkit.
c.
Sama-sama
menyinggung umat-umat terdahulu yg tidak mengindahkan seruan nabi-nabi mereka,
untuk menjadi i`tibar bagi orang-orang yg datang di belakang mereka.
d.
Sama-sama
mengemukakan bukti-bukti adanya Allah dan ke-Esa-an-Nya.
23. Persesuaian surat Al Mu`minun dengan surat An Nur :
a.
Pada bagian
permulaan surat Al Mu`minun disebutka bahwa salah satu tanda orang-orang mu`min
itu adalah orang yg menjaga kemaluannya, sedang permulaan surat An Nuur
menetapkan hukumbagi orang-orang yg tidakdapat menjaga kemaluannya yaitu pezina
wanita, pezina laki-laki dan apa yg berhubungan dgn nya, seperti menuduh orang
berbuat zina, menyuruh orang-orang yg tidak anggup menikah untuk menahan diri
dn sebagainya.
b.
Pada surat Al
Mu`minun Allah menegaskan bahwa Dia menciptakan alam ini da hikmahnya, yaitu
agar semua makhluk yg diciptakan-Nya itu melaksanakan perintah-perintah dan
menghentikan larangan-larangan-Nya, sedang surat An Nuur menyebutka sejumlah
perintah-perintah dan larangan-larangan itu.
24. Hubungan
surat An Nuur dengan surat Al Furqan :
a.
Surat An Nuur ini
ditutup oleh Allah swt dg menerangkan bahw Dialah yg memiliki langit dan bumi
beserta segala isinyadan yg mengaturnya berdasarkan hikmah dan kemashlahatan yg
dikehendaki-Nya. Dan Dia pulalah yg membuat perhitungan terhadap segal amal perbuatan
hamba-hamba-Nya pada hari kiamat. Maka dalam surat Al Furqan Allah memulai dg
menunjukkan ketinggian-Nya baik pada zat,sifat-sifat, dan perbuatan-Nya, dan
menunjukkan pula kecintaan-Nya kepada hamba-hamba-Nya dg menurunkan Al Qur`an
sebagai pedoman hidup bagi mereka.
b.
Pada akhir surat
ini Allah mewajibkan kaum muslimin mengikuti Rasul-Nya, Muhammad saw ; serta
mengancam dg adzab bagi mereka yg menentangnya, maka pada permulaan surat Al
Fur`qan Allah menyebutkan bahwa kepada nabi Muhammad saw diberikan Al Qur`an yg
membimbing umat manusia.
c.
Pada masing-masing
surat ini digambarkan keadaan awan, turunnya hujan, dan penghijauan bumi
sebagai bukti kekuasaan Allah.
d.
Dalam kedua surat
ini Allah menjelaskan bahwaa `amal usaha orang-orang kafir pada hari kiamat
tidak diberi pahala barang sedikitpun, dan keduanya menerangkan pula asal mula
kejadian manusia.
25. Hubungan surat Al Furqan dengan surat Asy Syu`ara :
a.
Beberapa persoalan
dalam surat Al Furqan diuraikan lagi secara luas dalam surat Asy Syu`ara antara
lain beberapa kisah para nabi.
b.
Masing-masing
dimulai dgn keterangan dari Allah bahwa Al Qur`an adlah petunjuk bagi alam
semesta dan membedakan barang yg hak dan yg bathil, dan ditutup dg ancaman
kepada orang-orang yg mendustakannya.
26. Hubungan surat As Syu`ara dengan surat An Naml :
a.
Surat An Naml
melengkapi surat As Syu`ara dg menambahkan kedalamnya kisah-kisah para nabi yg
tidak terdapat dalam surat As Syu`ara, yaitu kisah nabi Daud as dan nabi
Sulaiman as.
b.
Juga pada surat An
Naml terdapat tambahan-tambahan uraian mengenai kisah nabi Luth as dan nabi
Musa as yg keduanya diceritakan dalam
surat Asy Syu`ara.
c.
Masing-masing
memuat sifat Al Qur`an dan menerangkan bahwa Al Qur`an itu benar-benar
diturunkan dari sisi Allah swt.
d.
Sama-sama
menghibur hati nabi Muhammad saw yg mengalami berbagai penderitaan dan
permusuhan dari kaumnya.
27. Persesuaian surat AnNaml dengan surat Al Qashash :
a.
Sama-sama dimulai
dg huruf abjad, menerangkan sifat-sifat Al Qur`an dan kisah nabi Musa as. dalam
suratAl Qashash kisah nabi Musa as diceritakan lebih lengkap dari pada dlam
surat An Naml.
b.
Surat An Naml
menerangkan secara garis besar tentang keingkaran kaum kafir terhadap adanya
hari kebangkitan itu tidak beralasan kemudian dikemukakan kepada mereka
persoalan-persoalan yg ada hubunganny dgn kebangkitan itu. Hal ini diterangkan
lagi dalam surat Al Qashash secara lebih jelas.
c.
Surat An Naml
menerangkan kehancuran umat nabi Shaleh dan kaum Luth akibat durhaka kepada
Allah dan Nabinya,sedang Al Qashash menyinggungnya pula.
d.
Bagian akhir surat
ini sama-sama menyebutkan perintah menyembah Allh dam membaca ayat-ayat Al
Qur`an.
e.
Surat An Naml menyebutkan
blasan pada hari kiamat terhadap orang-orang yg membuat keburukan di dunia, dan
surat Al Qashash menyebutkanya pula.
28. Persesuaian surat Al Qashash dengan surat Al Ankabu :
a.
Surat Al Ankabut
dibuka dg hiburan kpd Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya yg selalu disakiti
, diejek dan diusir oleh orang-orang musyrik Mekah dg menerangkan bahwa
orang-orang yg beriman itu akan menerima cobaan atas keimanan mereka, sedang Al
Qashash menerangkan aneka cobaan yg dialami oleh nabi Musa as dan Bani Israil
dalam menghadapi kekejaman Fir`aun. Oleh karena itu Allah menyuruh kpd Nabi
Muhmmad saw dan para sahabatnya selalu sabar dlm menghadapi cobaan itu.
b.
Kedua surat ini
sama-sama menerangkan kisah Fir`aun dan Karun, serta akibat perbuatan keduanya
dan juga sama-sama menyinggung kisah hijrah nabi Muhammad saw.
29. Persesuaian surat Al Ankabut dengan surat Ar Rum :
a.
Surat Al Ankabut
menerangkan tentang keesaan Allah dan adanya hari kebangkitan secara garis
besarnya, sedang surat Ar Ruum mengemukakan bukti-buktinya secara terperinci.
b.
Surat Al Ankabut
menyebutkan bahwa kewajiban rasul-rasul hanya menyampaikan agama Allah, sedang
surat Ar Ruum menyebutkan bahwa rasul-rasul tidak dapat memberi taufik dan
menjadikan seorang menerimanya, hanya Allahlah yang bisa berbuat begitu.
30. Hubungan surat Ar Ruum dengan surat Lukman :
a.
Surat Ar Ruum
menyebutkan bahwa dlm Al Qur`an, Allah membuat banyak tamsil ibarat yg
bermanfaat bagi manusia, sedng surat Lukmn hanya mengisyaratkan saja.
b.
Pada akhir suratAr
Ruum diebutkan bahwa keadaan orang kafir itu bila dibacakan ayat-ayat Al Qur`an
, mereka selalu membantah dan mendustakannya, sedang pada permulaan surat
Lukman diterangkan bahwa mereka selalu sombong dan berpaling bila dibacakan
ayat-ayat Al Qur`an.
31. Hubungan surat Lukman dengan surat As Sajdah :
a.
Sama-sama
menerangkan dalil dan bukti keesaan Allah.
b.
Surat Lukman
menyebutkan keingkaran kaum musyrikin terhadap Al Qur`an, sedang As Sajdah
menegaskan bahwa Al Qur`an sungguh-sungguh diturunkan dari Allah swt.
32. Hubungan surat As Sajdah dengan surat Al Ahzab :
Surat As Sajdah diakhiri dg perintah
Nabi Muhammad saw kpd orang-orang mu`min supaya jangan menghiraukan orang-orang
kafir dan hendaklah ditunggu saja siksaan yg akan menimpa mereka, sedang surat
Al Ahzab dimulai dg perintah nabi Muhammad saw supaya orang-orang mu`min tetap
bertaqwa dan jangan mengikuti orang-orang kafir dan munafik.
33. Hubungan surat Al Ahzab dengan surat Saba` :
a.
Pada akhir surat
Al Ahzab disebutkan bahwa Allah bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang,
sedang diawal surat Saba` disebutkan pula.
b.
Pada surat Al
Ahzab diceritakan bahwa orang-orang kafir menanyakan tentang hari kiamat dg
maksud untu memperolok-olok nabi Muhammad saw, sedang dalam surat Saba`
disebutkan bahwa orang-orang kafir menjadikan berita hari kiamat sbg
olok-olokan, mengingkarinya, dan mencela orang-orang yg mempercayainya.
34. Hubungan surat Saba` dengan surat Faatir :
a.
Keduanya dimulai
dg puji-pujian kpd Allah Pemilik dan Pencipta semesta alam.
b.
Surat Saba`
menerangkan bahwa segala yg dilangit dan di bumi milik Allah swt dan dibawah
pengetahuan-Nya, sedang surat Faatir menerangkan bagaiman Allah menerangkan dan
mengatur apa yang dimiliki-Nya.
35. Hubungan surat Faatir dengan surat Yaasin :
Pada bagian akhir surat Faatir
dikemukakan bahwa orang-orang musyrik bersumpah akan beriman jika datang
kepadanya eorang pemberi peringatan (rasul), tetapi setelah datang seorang
rasul mereka mengingkarinya. Pada permulaan surat Yaasin diterangkan bahwa nabi
Muhammad saw adalah seorang rasul yg
selalu berada di jlan yg lurus untuk memberi peringatan kpada mereka,
tetapi mereka tetap tidak beriman.
36. Hubungan surat Yasin dengan surat Ashaafat :
a.
Pada surat Yaasin
disebut secara umum tentang umat yg telah dihancurkan Allah krn ingkar
kpd-Nya,sedang surat Ash Shaafat menjelaskannya dg menyebut kisah Nuh as,
Ibrahim as, Issa as dg kaumnya.
b.
Pada akhir surat
Yaasin disebut secara umum keadaan orng-orang mu`min dan kafir di hari kiamat,
edang Ashaafat menjelaskannya.
37. Hubungan surat Ash Shaafat dengan surat Shaad :
Dalam surat Ash Shaafat diterangkan
bahwa sesudah datang kepda orang-orang musyrik Mekkah Al Qur`an sbg peringatan,
tetapi mereka mengingkarinya, sedang dalam surat Shaad dierangkan sebab-sebab
keingkaran mereka.
38. Hubungan surat Shaad dengan surat Az Zumar :
Sama-sama menyebut hal ikhwal makhluk
sejak permulaan sampai kembali kepda Allah swt.
39. Hubungan surat Az Zumar dengan surat Al Mu`min
(Ghafir) :
Sama-sama mengutarakan keadaan yang
berhubungan dg hari kiamat, keadaan masyhar, surga, dan neraka.
40. Hubungan surat Al Mu`min dengan surat Fushilat :
Sama-sama dimulai dg menyebut
sifat-sifat Al Qur`an dan sama-sama memberikan peringatan kpd orang-orang
Quraisy yg mengingkara Muhammad saw.
41. Hubungan surat Fushilat dengan surat Asy Syuura :
Sama-sama mengutarakan kebenaran Al
Qur`an, menolak kecaman dan celaan orang-orang kafir Mekah terhadapnya,bujukan
terhadap nabi Muhammad saw agar jangan bersedih hati dan berputus asa, karena
kecaman dan celaan itu sudah sewajarnya datang dari musuh-musuh agama dan hal
itu sudah dialam rasul-rasul sebelumnya.
42. Hubungan surat Asy Syuura dengan surat Az Zukhruf :
Sama-sama
dimulai dg pembicaraan mengenai Al Qur`an yg diturunkan dari Tuhan Yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana dan sama-sama mengutarakan sikap orang-orang kafir
terhadap Al Qur`an dan mengemukakan dalil-dalil atas keesaan dan kekuasaan
Allah swt.
Lengkapkan lagi
BalasHapus