Kamis, 08 Oktober 2015

KORELASI SURAT DAN AYAT-AYAT AL QUR`AN



AL FATIHAH
Surat Al-Fatihah yang diturunkan di Mekah ini, dinamakan Al Faatihah yang berarti Pembuka, karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya  Al Qu`an. Dinamakan juga `umul Kitab atau `umul Qur`an,karena di merupakan induk bag semua isi Al Qur`an,serta menjadi inti sari dari kandungan Al Qur`an, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap rakaat shalat.
Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi  Al Qur`an,yaitu :
a.      Keimanan
Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat ke 2,

(Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam).
Alhamdu (segala puji). memuji orang adalah Karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya Karena perbuatannya yang baik. lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah Karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.
 Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati yang Memiliki, mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua alam-alam itu.
dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas sesuatu ni`mat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala ni`mat yang terdapat dalam alam ini.
Di antara  ni`mat itu adalah ni`mat menciptakan,ni`mat mendidik dan menumbuhkan, , sbab kta Rabb dalm kalimat Rabbul- `aalamin tidak hanya berarti Tuhan dan Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala ni`mat yang dilihat seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah , karena Tuhan lah yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan penumbuhan oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambahkan keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bgi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan maslh yang pokok, aka di dalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi dengan ayat 5, yaitu
 x$­ƒÎ) ßç7÷ètR y$­ƒÎ)ur ÚúüÏètGó¡nS ÇÎÈ
(Hanya Engkaulah yang kami sembah dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan).
Yang dimksud dengan Yang menguasai hari pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap ni`mat dan takut terhadap siksaan-Nya.
Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat dalam ayat 5 semata-mata ditujukan kepad Allah. Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya. Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

b.      Hukum-hukum
Jalan kebahagiaan dan bagaimana menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud hidayah di sini ialah hidayah yng menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai keyakinan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

c.       Kisah-kisah :
Kisah para nabi dan kisah orang-orang terdahulu yang menentang Allah. Sebahagiaan besar dari ayat-ayat Al Qur`an memuat kisah-kisah pra nabi dan kisah orang-orang yang meentang Allah. Yang dimaksud orang-orag yang diberi ni`mat dlm ayat ini ialah para nabi, para shiddiqin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhada (orang-orang yang mati syahid), shaalihin (orang-orang yang shaleh). Sedangkan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Pirincian dari hal-hal yang disebutkan di atas terdapat dalam ayat-ayat Al Qur`an pada surat-surat yang lain.
Surat Al Faatihah ini melengkapi unsur-unsur pokok Syari`at Islam, kemudian dijelaskan perinciannya oleh ayat-ayat Al Qur`an yang 113 surat berikutnya.

1.      Persesuaian surat Al Faatihah dengan surat  Al Baqoroh dan surat-surat lainnya
Persesuaian surat ini dengan surat  Al Baqoroh dan surat-surat lainnya ialah surat Al Faatihah merupakan titik-titik pembahasan yang akan diperinci dalam surat Al Baqoroh dan surat-surat sesudahnya.

Di bahagian akhir surat Al Faatihah disebutkan permohonan hamba supaya diberi petunjuk oleh Tuhan ke jalan yang lurus, sedang surat Al Baqarah dimulai dengan penunjukan Al Kitab (Al Qur`n) yang sempurna sebagai pedoman menuju jalan yang dimaksudkan itu.

2.      Hubungan surat Al Baqarah dengan surat  Ali `Imran :
a.       Dalam surat Al Baqarah disebutkan Nabi Adam as. yang langsung diciptakan Allah, sedang dalam surat Ali `Imran disebutkan tentang kelahiran Nabi Isa as. yang kedua-duanya dijadikan Allah menyimpang dari kebiasaan. 
b.      Dalam surat Al Baqarah Sifat dan perbuatan orang-orang Yahudi dibentangkan secara luas, disertai dengan hujjah untuk mematahkan hujjah-hujjah mereka yang membela kesesatan, sedang dalam surat Ali `Imran dibentangkan hal-hal yang serupa yang berhubungan dengan orang Nasrani.
c.       Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan tiga golongan manusia, ialah orang-orang mu`min, orang-orang kafir, dan orang-orang munafik, sedang dalam surat Ali `Imran dimulai dengan menyebutkan orang-orang yang suka menta`wilkan ayat yang mustasyabihat dengan ta1wil yang salah untuk memfitnah orang mu`min dan menyebutkan orang yang mempunyai keahlian dalam menta`wilkannya.
d.      Surat Al Baqarah disudahi dengan permohonan kepada Allah agar diampuni kesalahan-kesalahan dan kealphaan dalam melaksanakan ta`at, sedang dalam surat Ali `Imran disudahi dengn permohonan kepada Allah agar Dia memberi pahala atas `amal kebaikan hamba-Nya.
e.       Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat orang yang bertaqwa, sedang dalam surat Ali `Imran dimulai dengan perintah bertaqwa.
f.       Surat Al Baqarah dan Ali `Imran dinamakan Az Zahrawani (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa as, kedatangan Nabi Muhammad saw, dan sebagainya.

3.      Hubungan  surat Ali `Imran  dengan surat An Nisa :
a.       Surat Al `Imran disudahi dengan perintah bertaqwa,sesuai dengan permulaan surat An Nisaa`.
b.      Dalam surat Ali `Imran disebutkan peperangan Badar dan Uhud dengan sempurna, keterangan sebahagiannya diulangi dalam surat An Nisaa`.
c.       Dalam surat Ali `Imran dikisahkan peperangan Hamraa-ul Asadyang terjadi sesudah perang Uhud, dan peperangan itu disinggung pula dalam surat An Nisaa`.
d.      Dalam surat Ali `Imran disebutkan bahwa banyak yang gugur di kalangan kaum musliminsebagai Syuhadaa` yang berarti mereka meninggalkan anak-anak dan isteri-isteri mereka, maka dalam bahagian permulan surat An Nisaa` disebutkan perintah memelihara anak yatim serta pembahagian harta pusaka.

4.      Hubungan surat An Nisaa` dengan surat Al Maa-idah :
a.       Surat An Nisa` menerangkan beberapa macam `aqad seperti perkawinan, perceraian, warisan, perjanjian, wasiat dan sebagainya. Sedang surat Al Maa-idah menyatakan supaya hamba-hamba Allah memenuhi segala macam`aqad yang telah dilakukan baik terhadap Allah maupun terhadap manusia disamping menerangkan `aqad-`aqad yang lain.
b.      Surat An Nsaa` mengemukakan beberapa hukum secara umum dan mendatangkan jalan untuk menetapkan sesuatu hukum, kemudian surat Al Maaidahmenjelaskan dan menegaskan hukum-hukum itu.
c.       Sebagaimana halnya surat Al Baqarah dan surat Ali `Imran mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok agama seperti ke-Esa-an Allah dan kenabian, maka surat An Nisaa` dan surat Al Maaidah menerangkan tentang furu` agama (hukum fiqh), seperti hal-hal yang berhubungan dengan hukum keluarga dan sebagainya.
d.      Akhir surat An Nisaa` mengemukakan hujjah-hujjah atas kekeliruan orang-orang Yahudi dan Nasrani serta kekeliruan kaum musyrikin dan munafikin. Hal serupa diterangkan secara panjang lebar dalam surat Al Maaidah.
e.        Surat An Nisaa` dimulai dengan Yaa ayyuhannaas..., yang nadanya sama dengan nada surat Makkiyyah, sedang surat Al Maaidah sebagai surat Madaniyyah diwali dengan  Yaa ayyuhalladziina aamanu... hal ini menyatakan : sekalipun nadanya berlainan, tetapi yang dituju oleh kedua surat ini ialah seluruh manusia.

5.      Hubungan surat Al Maidah dengan surat Al An`am :
a.       Surat Al Maaidah mengemukakan hujjah terhadap ahli kitab, sedang surat Al An`am mengemukakan hujjah terhadapkaum musyrikin.
b.      Surat Al Maaidah memuat makanan-makanan yang diharamkan dan binatang sembelihan secara terperinci, sedang Surat Al An`am memuat secara umum.
c.       Akhir surat Al Maaidah mengemukakan bahw Allah swt menguasai langit dan bumi, memberi balasan terhadap perbuatan-perbuatan manusia selama di dunia, sedang permulaan surat Al An`ammengutarakan bahwa segala puji hanya untuk Allah, Pencipta langit dan bumi dan sumber kebahagiaan manusia. 

6.      Hubungan surat Al An`am dengan surat Al A`raf :
a.       Kedua surat tsb termasuk diantara 7 surat yang panjang (assab`uth thiwal), keduanya sama-sama membicarakan pokok-pokok aqidah agama. Dalam surat Al An`am dikemukakan garis-garis besar aqidah-aqidah agama itu, sedang surat Al A`raf menjelaskannya.
b.      Dalam surat Al An`am Allah menjelaskan sal usul kejadian manusia yaitu dari tanah serta menjelaskan beberapa generasi manusia yang telah dibinasakan Allah, kemudian disinggung pula tentang rasul-rasul dengan menyebut beberapa nama mereka secara garis besarnya, sedang dalam surat Al A`raf menjelaskannya.
c.       Pada bgian akhir surat Al An `am, Allah mengatakan bahwa Dia menjadikan manusia khalifah-khalifah di muka bumiserta mengangkat derajat sebagian mereka, mk bagian permulaan surat Al A`raf Allah mengemukakan penciptan Adam as dan anak cucunya dan dijadikan-Nya khalifah di atas bumi begitu pula anak cucunya.
d.      Mengenai segi hubungan bagian akhir kedua surat ini adalah sbb. :
·         Bagian akhir surat Al An`am, Allah mengatakan bahwa Al Qur`an adalah kitab pedoman yang benar, jalan yang lurus dan diberkahi, maka umat manusia diperintahkan mengikutinya. Pada bagian permulaan surat Al A`raf Allah mengulangi lagi perintah itu dan melarang mengikuti selainnya.
·         Pada bagian akhir surat Al An`am, Allah berfirman bhwa Dia akan memberikan keterangan tentang apa yang seharusnya dilakukan manusia dan yang menjadi perselisihanmereka. Maka pada permulaan surat Al A`raf, Allah menjelaskan apa yang dimaksud dengan Allah memberi keterangan yaitu pengutusan para rasul yang bertugas memberi keterangan dan mereka masing-masing akan diminta pertanggung jawaban.
·         Pada bagian akhir surat Al An`am, Allah menyatakan bahwa orang-orang yang berbuat kebajikan akan diganjar sepuluh kali lipatdan yang berbuat kejahatan akan dibalas seimbang perbuatannya. Untuk menentukan kadar kebajikan dan kejahatan itu ada timbangannya, maka Allah mengemukakan dibagian muka surat Al A`raf, bahwa timbangan pada hari itu ialah kebenaran dan keadilan. Siapa yang berat tmibangannya dialah yang beruntung dan siapa yang ringan timbanganny dialah orang yang merugi. Kemudian Allah menceritakan keadaan nasib ashhabul A`raaf.

7.      Hubungan surat Al A`raf dengan surat Al Anfal :
a.       Akhir surat Al A`raf orang rasul sebelum Nabi Muhammad saw dalam menghadapi kaumnya, sedang permulaan surat Al Anfal menerangkan keadan Nabi Muhammad saw dalam menghadapi umatnya.
b.      Permusuhan antara Adam dan Iblis di surga kemudian dilanjutkan permusuhan antara manusia yang menerima petunjuk Allah dengan yang mengingkarinya, hal ini diterangkan dalam surat Al A`raf. Hal serupa diterangkan lebih jelas dalam surat Al Anfal sebagaimana pertentangan kedua golongan itu, serta tingkah laku mereka dalam perang Badar.
Surat Al A`raf termasuk surat yang banyak persesuaiannya dengan surat-surat yang lain : seperti Al Baqarah, Ali `Imran, At Taubah, Yunus dan sebagainya.
8.      Persesuaian surat Al Anfal dengan surat At Taubah :
a.       Perjanjin yang dikemukakan dalam surat Al Anfal dijelaskan dalam surat At Taubah, terutama hal-hal yang berhubungan dengan pengkhianatan musuh terhadap janji-janji mereka.
b.      Sama-sama menerangkan tentang memerangi orang-orang musyrikin dan ahli kitab.
c.       Surat Al Anfal menerangkan bahwa yang mengurus dan memakmurkan Masjidil Haram adalah orang-orang yang bertaqwa, sedang surat At Taubah menerangkan bahwa orang-orng musyrik tidak pantas mengurus dan memakmurkan Masjid, bahkan mereka akan menghalang-halangi orang-orang terhadapnya.
d.      Sama-sama menyebut sifat-sifat orang yang sempurna imannya, dn sifat orang-orang kafir, lalu pada akhir surat diterangkan tentang hukum perlindungan atas orang-orang muslim yang berhijrah, yang tidk berhijrah serta orang-orang kafir.
e.       Surat Al Anfal menganjurkan agar bernafkah di jalan Allah, sedang surat At Taubah menegaskan sekali lagi. Begitu pula dalam surat Al Anfal diterangkan tentang penggunaan harta rampasan perang, sedang surat At Taubah menerangkan penggunaan zakat.
f.       Surat Al Anfal menerangkan tentang orang munafik dan orang yang ada penyakit dalam hatinya, kemudian surat At Taubah menerangkan lebih luas.
Hubungan antara kedua surat ini sangatlah erat, bahkan sebagian mufair mengatakan bahwa : kalau tidaklah ketentuan Allah, maka mereka akan memandang surat Al Anfal dan surat At Taubah ini sebagai satu surat.  
9.      Hubungan surat At Taubah dengan surat Yunus :
a.       Pada akhir surat keduanya sama-sama menyebutkan tentang risalah Nabi Muhammad saw.
b.      Surat At Taubah menyebut keadaan orang-orang munafik serta menerangkan perbuatan meeka di waktu Al Qur`an diturunkan sedang surat Yunus menerangkan sikap orang kafir terhadap Al Qur`an.

10.  Hubungan surat Yunus dengan surat Huud :
a.       Sama-sama dimulai dengan aliif laam raa, kemudian diiringi dg menyebutkan risalah nabi-nabi yang diutus Allah dan menerangkan kedudukan para rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.
b.      Pada pertengahan surat sama-sama menerangkan taentang keingkaran orang-orang kafir terhadap Al Qur`an, bantahan terhadap kepalsuan risalah para rasul, keingkaran kaum musyrikin terhadap pokok agama. Kemudian sama-sama ditutup dg seruan agar mengikuti rasul, besabar terhadap semua tindakan jahat kaum musyrikin, istiqomah dan bertawakal kepada Allah.
c.       Sama-sama menerangkan kisah para nabi, tetapi apa yg diutarakan dalam surat Hud lebih bersifat menjelaskan terhdap apa yang diterangkan dalam surt Yunus.

11.  Hubungan surat Huud degan surat Yusuf :
a.       Sama-sama dimulai dg aalif lam raa, kemudian diiringi dg penjelasan tentang Al Qur`an.
b.      Surat Yusuf menyempurnakan penjelasan kisah para rasul yang disebut dalam surat Huud dan Yunus, kemudian kisah itu dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa Al Qur`an itu adalh wahyu Ilaahi, tidak ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad saw. nabi-nabi atau rasul-rasul yang diutus Allah.
c.       Perbedaan kedua surat ini dlam menjelaskan kisah-kisah para nabi ialah bahwa dalam surat Hud diutarakan kisah beberapa orang rasul dengan kaumnya dengan menyampaikan risalahnya, akibat bagi orang-orang yang mengikuti mereka, dan akibat bagi orang yg mendustakan, kemudian dijadikan perbandingan dan khabar yang mengancam kaum musyrikin Arabbeserta pengikut-pengikutnya. Dalam surat Yusuf diterangkan tentang kehidupan nabi Yusuf yang mula-mula dianiaya oleh saudaranya yang kemudian menjadi orang yang berkuasa yang dapat menolong saudara-saudaranya dan ibu bapaknya. Pribadi nabi Yusuf as ini harus dijadikan teldan oleh semua yang beiman kepada Nabi Muhammad saw.

12.  Hubungan surat Yusuf dengan surat Ar Ra`ad :
a.       Dalam surat Yusuf Allah menerangkan secara umum adanya tanda-tanda ke-Esa-an Allah di langit dan di bumi kemudian menerangkan lagi lebih jelas dalam surat Ar Raad.
b.      Sama-sama memuat pengalaman nabi-nabi terdahulu serta umatnya. Yang menentang kebenaran mengalami kehancuran sedang yang mengikutinya mendapat kemenangan.
c.       Pada akhir surat Yusuf diterangkan bahwa Al Qur`an itu bukanlah perkataan yang diada-adakan, melainkan petunjuk bagi orang yg beriman dan keterangan yang demikian itu diulung lagi pada awal surat Ar Raad.

13.  Hubungan surat Ar Raad dengan surat Ibrahim :
a.       Dalam surat Ar Raad disebutkan bahwa Al Qur`an itu diturunkan dalam bahasa Arab, sebagai pemisah antara yang baik dg yg bathil, sedangkan hikmah menurunkannya dalam bahasa Arab dijelaskan dalam surat Ibrahim.
b.      Dalam surat Ar Raad disebutkan bahwa seorang rasul tidak akan bisa melakukan suatu mu`zijat tanpa ijin dari Allah, maka dalam surat Ibrahim para rasul menegaskan bahwa mereka adalah manusia biasa, tak dapat mendatangkan mu`zijat tanpa ijin Allah swt.
c.       Dalam surat Ar Raad disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw menyerukan gar manusia bertawakal kepada Allah, dan dalam surat Ibrahim Nbi Muhammad saw menerangkan bahwa para rasul bertawakal hanya kepada Allah,
d.      Dalam surat Ar Raad disebutkan bahwa perbuatan-perbuatan makar orang-orang kafir, maka dalam surat Ibrahim diulangi lagi, dan disebutkan pula sifatsifat mereka yg tidak disebut dalam surat Ar Raad.   

14.  Persesuaian surat Ibrahim dengan surat Al Hijr :
a.       Keduanya dimulai dg alif laam raa dan menerangkan sifat Al Qur`anulkarim.
b.      Dalam surat Ibrahim Allah menjelaskan bahwa Al Qur`an itu pembimbing manusia ke jalan Allah, kemudian dalam surat Al Hijr Allah menambahkan lagi bahwa Al Qur`an itu akan tetap dijaga kemurniannya sepanjang masa.
c.       Masing-masing surat inimelukiskan keadaan langit dan bumi dan menjelaskan bahwa kejadian-kejadian alam ini mengandung hikmah, sebagai tanda ke-Esa-an dan kebesaran Allah swt.
d.      Keduanya mengandung kisah Nabi Ibrahim secara terperinci.
e.       Sama-sama menerangkan keadaan orang-orang kafir di hari kiamat dan penyesalan mereka, mengapa sewaktu hidup di dunia tidak menjadi orang mu`min.
f.       Samasa-ma menceritakan kisah-kisah nabi jaman dahulu dg kaumnya serta menerangkan keadaan orang-orang yg ingkar kepada nabi-nabi itu pada hari kiamat. Kisah-kisah itu disampaikan kepada Nabi Muhammad saw untuk menghibur hati beliau diwaktu menghadapi pelbagai kesulitan yg beliau alami dalam menyampaikan risalah Islam.

15.  Hubungn surt Al Hijr dengan surat Aan Nahl :
a.       Sebagaimana surat-surat makiyyah yang tutrun sebelum hijrah kedua surat  ini juga berisi soal-soal ketauhidan, kerasulan, dan hari kiamat.
b.      Pada akhir surat AL Hijr (ayat 92,93), Allah menyatakan bahwa manusia akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat terhadap apa yang telah dikerjakannya di dunia, maka pada awal surat AN Nahl , Allah menegaskan kepastian datangnya hari kiamat itu, dan pada ayat 93 ditegaskan lagi pertanggugjawaban manusia itu.
c.       Pada bagian pertama surat Al hijr, Allah menegaskn tentang kebenaran Al Qur`an serta jaminannya untuk memeliharanya, sedang pada surat Al Nahl terdapat ancaman terhadap mereka yang mendustakan kebenaran Al Qu`ran.

16.  Hubungan surat An Nahl dengan surat Al Isra` :
a.       Dalam surat An Nahl ini Allah menyebutkan perselisihan orang-orang Yahudi tentang hari Sabtu, kemudian di surat Al Isra` dijelaskan syari`at orang Yahudi yang ditetapkan di dalam Taurat.
b.      Sesudah Allah swt menganjurkan kepada Nabi Muhammad saw agar bersabar dan melarang beliau  agar jangan berduka cita atau berkecil hati disebabkan tipu daya orang-orang Musyrikin, maka disurat Al Isra` Allah menerangkan kemuliaan Nabi Muhammad aw serta martabatnya yang tinggi di hadapan Allah swt.
c.       Dalam surat An Nahl ini Allah menerangkan bermacam-macam ni`matnya, di samping itu Allah menerangkan bahwa kebanyakan manusia tidak mensyukuri ni`mat itu, kemudian dalam surat Al Isra` disebut lagi ni`mat-ni`mat yang lebih besar yang diberikan kepada Bani Israil yang mereka tidak mensyukurinya, malah mereka membuat kerusakan di muka bumi.
d.      Dalam surat An Nahl Allah mengatakan bahwa air madu yang keluar dari lebah merupakan minuman yang mengandung obat bagi manusia, maka dalam surat Al Isra` diterangkan bahwa Al Qur`anpun mengandung obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

17.  Hubungan surat Al Isra` dengan surat Al Kahfi :
a.       Surat Al Isra` dimulai dg tasbih sedang surat Al Kahfi dimulai dengan tahmid. Tasbih dan tahmid merupakan dua kata yg acap kali bergandengan dalam firman-firman Allah.
b.      Penutup surat Al Isra` dan pembukaan Al Kahfi, sama-sama diawali denga bertahmid kepada Allah.
c.       Menurut riwayat, ada tiga pertanyaan yang disampaikan oleh orang Yahudi dg perantara orang-orang musyrikin kepada Nabi Muhammad saw, yakni masalah roh, cerita ashabul Kahfi, dan kisah Zulkarnain. Masalah roh itu dijawab dalam surat Al Isra` dan dua masalah yg lainnya pada surat Al Kahfi.
d.      Pada surat Al Isra` ayat 85 Allah berfirman : Dan tidaklah kamu diberi ilmu hanyalah sedikit,firman ini ditujukan kepada sebagian orang-orang Yahudi yang merasa sombong dengan ilmu pengetahuan yang ada pada mereka, sebab bagaimanapun mereka adalah manusia yang hanya diberi ilmu pengetahuan yang sedikit. Dalam surat Al Kahfi Allah menceritakan tentang Nabi Musa as dg Nabi Khidr as yang belum pernah diketahui oleh orang-orang Yahudi.

18.  Persesuaian surat Al Kahfi dengan surat Maryam :
a.       Kedua surat ini mengandung kisah-kisah yg ajaib, seperti Al Kahfi menceritakan kisah Ashabul Kahfi, kisah Musa as dg Khidr as, kisah Zulkarnain, sedang surat Maryam mengemukakan kisah kelahiran Yahya as di waktu bapaknya Zakaria as telah sangat tua dan ibunya seorang wanita tua yg mandul, dan kisah kelahiran Isa as tanpa bapak.
b.      Bagian akhir surat Al Kahfi menerangkan tentang ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yg mengambil pelindung selain Allah, semua `amal mereka sia-sia dan mereka dimasukkan ke dalam neraka, sedang pada bagian akhir surat Maryam diulangi lagi celaan dan ancaman  Allah terhadap orang-orang yg mempersekutukan-Nya.

19.  Persesuaian surat Maryam dengan surat Thaaha :
a.       Surat Maryam mengemukakan kisah-kisah nabi dan rasul; ada yg terperinci, ada yg secara ringkas, ada pula yg disebut namanya saja, yaitu nabi Adam as. Surat Thaaha mengemukakan pula beberapa kisah para nabi dan rasul sebagaimana surat Maryam. Kisah Musa as dalam surat Maryam disebut secara singkat, sedang dalam surat Thaaha dikemukakan secara terperinci. Begitu pula kisah Adam as yang hanya namanya disebut dalam surat Maryam, sedang dalam surat Thaaha disampaikan secara terperinci.
b.      Menurut riwayat Ibnu Abbas, surat Thaaha diturunkan kepada nabi Muhammad saw setelah Allah menurunkan surat Maryam.
c.       Akhir surat Maryam menerangkan bahwa Al Qur`an diturunkan dalam bahasa Arab, sebagai kabar gembira bagi orang-orangyg taqwa dan peringatan bagi orang-orang yg ingkar, sedang awal surat Thaaha menerangkan dan menguatkan lagi.

20.  Persesuaian surat Thaaha dan surat Al Anbiya :
Surat Thahaa diakhiri dengan menerangkan bahwa manusia mudah dipengaruhi oleh kenikmatan hidup duniawi,yang oleh Allah dijadikan cobaan bagi manusia, juga diakhiri dengan menyuruh berabar dan bersembahyang,sret menerangkan apa-apa yang diterima oleh orang-orang yg bertaqwa. Hal itu diulangi lagi dalam permulaan surat Al Aniyaa dan ditegaskan bahwa manusi elalu lalai dan lupa terhadap perbuatan-perbuatan yg harus dilakukannyauntuk menghadapi hari kiamat dan berhisab di akhirat nanti.

21.  Persesuaian urat Al Anbiya dengan surat Al Hajj :
a.       Pada akhir suat Al Anbiya dikemukakan hal-hal yg berhubungan dg hari kiamat,sedang pada bagian permulaan surat Al Hajj mengemukakan bukti-bukti adanya hari kiamat dg dalil akal.
b.      Surat An Anbiya mengutarakan bahwa Allah tidak menjadikan manusia segai makhluk yg kekal hidupnya, semua akan merasai mati. Kemudian merek dibangkitkan di hari kiamat untuk dihisab perbuatan-perbuatan yg telah dilakukan keika hidup di dunia. Pada surat Al Hajj diterangkan bahwa manusia dapat menjadikan dalil keadaan pertumbuhan yg terdapat di alam semesta, dari ada kepada tidak ada dan sebaliknya. Sebagai bukti bahwa janji Allah tentang hari berbangkit pasti menjadi kenyataan.
c.       Surat Al Anbiya menerangkan kisah nabi-nabi dan dalil-dalil yg dihadapkan pada kaumnya tentang kebenaran agama yg dibawanya  , sedang surat Al Hajj menuntut agar manusia  memperhatikan aneka ragam ciptaan Allah dan pengaturannya, untuk memperkuat kepercayaan kepada kebenaran agama Allah.

22.  Persesuaian surt Al Hajj dengan surat Al Mu`minun :
a.       Surat Al Hajj menyuruh orang-orang mu`min mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, mengerjaka anek rupa kebaikan agar mendapat keberuntungan, sedang permulan surat Al Mu`minun menegaskan bahwa orang-orang mu`min bila mereka betul-betul mengerjakan apa yg diperintahkan Allah dan menjauhi apa yg dilarag-Nya seperti zina, pasti mendapat keuntungan. 
b.      Sama-sama mengemukakn tentang penciptaan manusia, perkembangan kejadian, dan kehidupan, dan menjadikan hal yg demikian segai bukti adanya hari berbangkit.
c.       Sama-sama menyinggung umat-umat terdahulu yg tidak mengindahkan seruan nabi-nabi mereka, untuk menjadi i`tibar bagi orang-orang yg datang di belakang mereka.
d.      Sama-sama mengemukakan bukti-bukti adanya Allah dan ke-Esa-an-Nya.

23.  Persesuaian surat Al Mu`minun dengan surat An Nur :
a.       Pada bagian permulaan surat Al Mu`minun disebutka bahwa salah satu tanda orang-orang mu`min itu adalah orang yg menjaga kemaluannya, sedang permulaan surat An Nuur menetapkan hukumbagi orang-orang yg tidakdapat menjaga kemaluannya yaitu pezina wanita, pezina laki-laki dan apa yg berhubungan dgn nya, seperti menuduh orang berbuat zina, menyuruh orang-orang yg tidak anggup menikah untuk menahan diri dn sebagainya.
b.      Pada surat Al Mu`minun Allah menegaskan bahwa Dia menciptakan alam ini da hikmahnya, yaitu agar semua makhluk yg diciptakan-Nya itu melaksanakan perintah-perintah dan menghentikan larangan-larangan-Nya, sedang surat An Nuur menyebutka sejumlah perintah-perintah dan larangan-larangan itu.

24.  Hubungan surat An Nuur dengan surat Al Furqan :
a.       Surat An Nuur ini ditutup oleh Allah swt dg menerangkan bahw Dialah yg memiliki langit dan bumi beserta segala isinyadan yg mengaturnya berdasarkan hikmah dan kemashlahatan yg dikehendaki-Nya. Dan Dia pulalah yg membuat perhitungan terhadap segal amal perbuatan hamba-hamba-Nya pada hari kiamat. Maka dalam surat Al Furqan Allah memulai dg menunjukkan ketinggian-Nya baik pada zat,sifat-sifat, dan perbuatan-Nya, dan menunjukkan pula kecintaan-Nya kepada hamba-hamba-Nya dg menurunkan Al Qur`an sebagai pedoman hidup bagi mereka.
b.      Pada akhir surat ini Allah mewajibkan kaum muslimin mengikuti Rasul-Nya, Muhammad saw ; serta mengancam dg adzab bagi mereka yg menentangnya, maka pada permulaan surat Al Fur`qan Allah menyebutkan bahwa kepada nabi Muhammad saw diberikan Al Qur`an yg membimbing umat manusia.
c.       Pada masing-masing surat ini digambarkan keadaan awan, turunnya hujan, dan penghijauan bumi sebagai bukti kekuasaan Allah.
d.      Dalam kedua surat ini Allah menjelaskan bahwaa `amal usaha orang-orang kafir pada hari kiamat tidak diberi pahala barang sedikitpun, dan keduanya menerangkan pula asal mula kejadian manusia.

25.  Hubungan surat Al Furqan dengan surat Asy Syu`ara :
a.       Beberapa persoalan dalam surat Al Furqan diuraikan lagi secara luas dalam surat Asy Syu`ara antara lain beberapa kisah para nabi.
b.      Masing-masing dimulai dgn keterangan dari Allah bahwa Al Qur`an adlah petunjuk bagi alam semesta dan membedakan barang yg hak dan yg bathil, dan ditutup dg ancaman kepada orang-orang yg mendustakannya.

26.  Hubungan surat As Syu`ara dengan surat An Naml :
a.       Surat An Naml melengkapi surat As Syu`ara dg menambahkan kedalamnya kisah-kisah para nabi yg tidak terdapat dalam surat As Syu`ara, yaitu kisah nabi Daud as dan nabi Sulaiman as.    
b.      Juga pada surat An Naml terdapat tambahan-tambahan uraian mengenai kisah nabi Luth as dan nabi Musa as  yg keduanya diceritakan dalam surat Asy Syu`ara.
c.       Masing-masing memuat sifat Al Qur`an dan menerangkan bahwa Al Qur`an itu benar-benar diturunkan dari sisi Allah swt.
d.      Sama-sama menghibur hati nabi Muhammad saw yg mengalami berbagai penderitaan dan permusuhan dari kaumnya.

27.  Persesuaian surat AnNaml dengan surat Al Qashash :
a.       Sama-sama dimulai dg huruf abjad, menerangkan sifat-sifat Al Qur`an dan kisah nabi Musa as. dalam suratAl Qashash kisah nabi Musa as diceritakan lebih lengkap dari pada dlam surat An Naml.
b.      Surat An Naml menerangkan secara garis besar tentang keingkaran kaum kafir terhadap adanya hari kebangkitan itu tidak beralasan kemudian dikemukakan kepada mereka persoalan-persoalan yg ada hubunganny dgn kebangkitan itu. Hal ini diterangkan lagi dalam surat Al Qashash secara lebih jelas.
c.       Surat An Naml menerangkan kehancuran umat nabi Shaleh dan kaum Luth akibat durhaka kepada Allah dan Nabinya,sedang Al Qashash menyinggungnya pula.
d.      Bagian akhir surat ini sama-sama menyebutkan perintah menyembah Allh dam membaca ayat-ayat Al Qur`an.
e.       Surat An Naml menyebutkan blasan pada hari kiamat terhadap orang-orang yg membuat keburukan di dunia, dan surat Al Qashash  menyebutkanya pula.

28.  Persesuaian surat Al Qashash dengan surat Al Ankabu :
a.       Surat Al Ankabut dibuka dg hiburan kpd Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya yg selalu disakiti , diejek dan diusir oleh orang-orang musyrik Mekah dg menerangkan bahwa orang-orang yg beriman itu akan menerima cobaan atas keimanan mereka, sedang Al Qashash menerangkan aneka cobaan yg dialami oleh nabi Musa as dan Bani Israil dalam menghadapi kekejaman Fir`aun. Oleh karena itu Allah menyuruh kpd Nabi Muhmmad saw dan para sahabatnya selalu sabar dlm menghadapi cobaan itu.
b.      Kedua surat ini sama-sama menerangkan kisah Fir`aun dan Karun, serta akibat perbuatan keduanya dan juga sama-sama menyinggung kisah hijrah nabi Muhammad saw.

29.  Persesuaian surat Al Ankabut dengan surat Ar Rum :
a.       Surat Al Ankabut menerangkan tentang keesaan Allah dan adanya hari kebangkitan secara garis besarnya, sedang surat Ar Ruum mengemukakan bukti-buktinya secara terperinci.
b.      Surat Al Ankabut menyebutkan bahwa kewajiban rasul-rasul hanya menyampaikan agama Allah, sedang surat Ar Ruum menyebutkan bahwa rasul-rasul tidak dapat memberi taufik dan menjadikan seorang menerimanya, hanya Allahlah yang bisa berbuat begitu.

30.  Hubungan surat Ar Ruum dengan surat Lukman :
a.       Surat Ar Ruum menyebutkan bahwa dlm Al Qur`an, Allah membuat banyak tamsil ibarat yg bermanfaat bagi manusia, sedng surat Lukmn hanya mengisyaratkan saja.
b.      Pada akhir suratAr Ruum diebutkan bahwa keadaan orang kafir itu bila dibacakan ayat-ayat Al Qur`an , mereka selalu membantah dan mendustakannya, sedang pada permulaan surat Lukman diterangkan bahwa mereka selalu sombong dan berpaling bila dibacakan ayat-ayat Al Qur`an.

31.  Hubungan surat Lukman dengan surat As Sajdah :
a.       Sama-sama menerangkan dalil dan bukti keesaan Allah.
b.      Surat Lukman menyebutkan keingkaran kaum musyrikin terhadap Al Qur`an, sedang As Sajdah menegaskan bahwa Al Qur`an sungguh-sungguh diturunkan dari Allah swt. 

32.  Hubungan surat As Sajdah dengan surat Al Ahzab :
Surat As Sajdah diakhiri dg perintah Nabi Muhammad saw kpd orang-orang mu`min supaya jangan menghiraukan orang-orang kafir dan hendaklah ditunggu saja siksaan yg akan menimpa mereka, sedang surat Al Ahzab dimulai dg perintah nabi Muhammad saw supaya orang-orang mu`min tetap bertaqwa dan jangan mengikuti orang-orang kafir dan munafik.

33.  Hubungan surat Al Ahzab dengan surat Saba` :
a.       Pada akhir surat Al Ahzab disebutkan bahwa Allah bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang, sedang diawal surat Saba` disebutkan pula.
b.      Pada surat Al Ahzab diceritakan bahwa orang-orang kafir menanyakan tentang hari kiamat dg maksud untu memperolok-olok nabi Muhammad saw, sedang dalam surat Saba` disebutkan bahwa orang-orang kafir menjadikan berita hari kiamat sbg olok-olokan, mengingkarinya, dan mencela orang-orang yg mempercayainya.

34.  Hubungan surat Saba` dengan surat Faatir :
a.       Keduanya dimulai dg puji-pujian kpd Allah Pemilik dan Pencipta semesta alam.
b.      Surat Saba` menerangkan bahwa segala yg dilangit dan di bumi milik Allah swt dan dibawah pengetahuan-Nya, sedang surat Faatir menerangkan bagaiman Allah menerangkan dan mengatur apa yang dimiliki-Nya.

35.  Hubungan surat Faatir dengan surat Yaasin :
Pada bagian akhir surat Faatir dikemukakan bahwa orang-orang musyrik bersumpah akan beriman jika datang kepadanya eorang pemberi peringatan (rasul), tetapi setelah datang seorang rasul mereka mengingkarinya. Pada permulaan surat Yaasin diterangkan bahwa nabi Muhammad saw adalah seorang rasul yg  selalu berada di jlan yg lurus untuk memberi peringatan kpada mereka, tetapi mereka tetap tidak beriman.

36.  Hubungan surat Yasin dengan surat Ashaafat :
a.       Pada surat Yaasin disebut secara umum tentang umat yg telah dihancurkan Allah krn ingkar kpd-Nya,sedang surat Ash Shaafat menjelaskannya dg menyebut kisah Nuh as, Ibrahim as, Issa as dg kaumnya.
b.      Pada akhir surat Yaasin disebut secara umum keadaan orng-orang mu`min dan kafir di hari kiamat, edang Ashaafat menjelaskannya.

37.  Hubungan surat Ash Shaafat dengan surat Shaad :
Dalam surat Ash Shaafat diterangkan bahwa sesudah datang kepda orang-orang musyrik Mekkah Al Qur`an sbg peringatan, tetapi mereka mengingkarinya, sedang dalam surat Shaad dierangkan sebab-sebab keingkaran mereka.

38.  Hubungan surat Shaad dengan surat Az Zumar :
Sama-sama menyebut hal ikhwal makhluk sejak permulaan sampai kembali kepda Allah swt.

39.  Hubungan surat Az Zumar dengan surat Al Mu`min (Ghafir) :
Sama-sama mengutarakan keadaan yang berhubungan dg hari kiamat, keadaan masyhar, surga, dan neraka.

40.  Hubungan surat Al Mu`min dengan surat Fushilat :
Sama-sama dimulai dg menyebut sifat-sifat Al Qur`an dan sama-sama memberikan peringatan kpd orang-orang Quraisy yg mengingkara Muhammad saw.

41.  Hubungan surat Fushilat dengan surat Asy Syuura :
Sama-sama mengutarakan kebenaran Al Qur`an, menolak kecaman dan celaan orang-orang kafir Mekah terhadapnya,bujukan terhadap nabi Muhammad saw agar jangan bersedih hati dan berputus asa, karena kecaman dan celaan itu sudah sewajarnya datang dari musuh-musuh agama dan hal itu sudah dialam rasul-rasul sebelumnya.

42.  Hubungan surat Asy Syuura dengan surat Az Zukhruf :
Sama-sama dimulai dg pembicaraan mengenai Al Qur`an yg diturunkan dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana dan sama-sama mengutarakan sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur`an dan mengemukakan dalil-dalil atas keesaan dan kekuasaan Allah swt.

  





1 komentar: