LAYANAN,FUNGSI
DAN TUJUAN BIMBINGAN KONSELING
Makalah sebagai
pemenuhan tugas terhadap mata kuliah Bimbingan dan Konseling
Disusun Oleh :
Tia Aulia
Dosen Pembimbing :
Noor Hidayah, S.Pd., M.Pd.
FAKULTAS
TARBIYAH
AL
MA’HAD AL ‘ALY BAITUL HALIM
BEKASI
2015
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya, karena atas limpahan karunia dan rahmat dari-Nya. Salawat dan
salam semoga selalu diberikan kepada junjungan kita Nabi Muhammmad SAW,
penuntun jalan kebenaran teladan bagi umat dan rahmat bagi seluruh alam. Salam
dan doa semoga terlimpah juga kepada keluarganya, para sahabat, dan para
pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Pada
kesempatan ini, Penulis menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1.
Kedua orang tua
2.
Dosen
pembimbing;
3.
Pihak-pihak yang telah memberikan masukan, saran,
dan berupa literatur-literatur yang menjadi rujukan dan referensi sehingga
dapat tersusunnya makalah
yang berjudul “Layanan,
Fungsi dan Tujuan Bimbingan dan Konseling”.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu kita semua dalam mempelajari
Pendidikan Kurikulum Islam.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah ini masih banyak kekurangan dan memerlukan banyak perbaikan. Untuk itu
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
penyenyempurnaan tugas ini. Penulis berharap semoga makalah ini berguna dan
bermanfaat. Aamiin.
Bekasi, November 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR………...........…………………………………………
DAFTAR ISI..…………….……………..…………………….………………
BAB I PENDAHULUAN
A. latar
Belakang………………………………………………….........................
B. Rumusan
Masalah………………………………………………………….......
C. Tujuan
Penulisan………………………………………………………….. ......
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Bimbingan............…………………………………………………
B. Pengertian
Konseling............................................…………………………….
C. Pengertian Bimbingan
dan Konseling…………………………………….......
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………………………………………........
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………....
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan berpikir dan kesadaran manusia akan diri dan dunianya,
telah mendorong terjadinya globalisasi. Situasi global membuat kehidupan
semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia untuk mencapai status dan
tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak positif dari kondisi global telah
mendorong manusia untuk terus berfikir, meningkatkan kemampuan, dan tidak puas
terhadap apa yang dicapainya pada saat ini. Adapun dampak negatif dari
globalisasi, terjadinya keresahan hidup di kalangan masyarakat yang semakin
meningkat karena banyaknya konflik, stress, kecemasan, dan frustasi.Dengan
demikian, kita harus sadar bahwa hidup dan kehidupan kita berhiaskan masalah,
baik masalah yang datang dari diri kita sendiri maupun masalah yang datang dari
luar. Namun, dengan niat yang kuat serta pemberian bantuan dari konselor dalam
lingkup bimbingan konseling maka akan berhasil menyelesaikan (to solve)
masalah-masalah yang dihadapi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian bimbingan?
2. Apa pengertian konseling?
3. Apa pengertian bimbingan konseling?
4. Apa tujuan dan fungsi bimbingan konseling dalam kehidupan?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah bimbingan konseling sebagai
berikut:
1.Mengetahui pengertian bimbingan.
2.Mengetahui pengertian konseling.
3.Mengetahui dan mengkaji pengertian bimbingan konseling.
4.Mengetahui tujuan dan fungsi dari bimbingan konseling dalam
kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Bimbingan
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang
yang ahli, namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari
bimbingan. Pengertian tetang bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya
sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908.
Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengan perkembangan pelayanan
bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat
dan ahlinya. Pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli memberikan
pengertian yang saling melengkapi satu sama lain.
Definisi atau pengertian Bimbingan menurut beberapa ahli sebagai
berikut :
1.
“Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan
kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu
jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya” (Frank Parson
,1951).
Frank Parson
merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan
kepada individu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam
jabatan. Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir.
2.
“Bimbingan membantu individu untuk
lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri” (Chiskolm,1959).
Pengertian bimbingan yang dikemukan oleh Chiskolm bahwa bimbingan
membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian menitik beratkan pada
pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.
3.
“Bimbingan merupakan kegiatan yang
bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu” (Bernard &
Fullmer ,1969).
Pengertian yang dikemukakan oleh Bernard & Fullmer bahwa
bimbingan
dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu. Dapat
dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan
lingkungannya.
4.
“Bimbingan sebagai pendidikan dan
pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik” (Mathewson,1969).
Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan
pengembangan yang menekankan pada proses belajar. Pengertian ini menekankan
bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang
diinginkan diperoleh melalui proses belajar.
Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli
maka dapat diambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas,
bahwa bimbingan adalah :
“Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara
berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah
mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar individu dapat memahami
dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan
lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk
kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat”
B.Pengertian Konseling
Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh
seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah
(disebut konsele) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.
Istilah ini pertama kali digunakan oleh Frank Parsons di tahun 1908 saat ia
melakukan konseling karir. Selanjutnya juga diadopsi oleh Carl Rogers yang
kemudian mengembangkan pendekatan tetapi yang berpusat pada klien (client
centered).
Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amtidalam buku
Dasar-Dasar Bimbingan Konseling (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang
dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor)
kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang
bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Sejalan dengan itu,
Winkel mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari
bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan
agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan
atau masalah khusus.
Berdasarkan pengertian konseling di atas dapat dipahami bahwa
konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan
agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan
atau masalah khusus. Dengan kata lain, teratasinya masalah yang dihadapi oleh
konseli/klien.
C.Pengertian Bimbingan Konseling
Pengertian bimbingan konseling adalah Pelayanan bantuan untuk
peserta didik baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal
dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karir; melalui berbagai jenis layanan
dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku. Dengan demikian,
setiap bimbingan itu pasti konseling dan setiap konseling belum tentu
bimbingan.
Bimbingan dan konseling yang berkembang pada saat ini adalah
bimbingan dan konseling perkembangan. Visi bimbingan dan konseling adalah
edukatif, perkembangan, dan outreach. Edukatif, karena titik berat kepdulian
bimbingan dan konseling terletak pada pencegahan dan pengembangan, bukan pada
korekif atau terapeutik , walaupun hal itu tetap ada dalam kepedulian bimbingan
dan konseling perkembangan. Pengembangan, karena titik sentral tujuan bimbingan
dan konseling terletak pada perkembangan optimal dan strategi upaya upaya
pokoknya memberikan kemudahan bagi perkembangan bagi individu melalui
perekayasaan lingkungan perkembangan. Outreach, kerena target populasi layanan
bimbingan dan konseling tidak terbatas kepada individu bermasalah dan dilakukan
secara individual tetapi meliputi ragam dimensi (masalah, target intervensi,
setting, metode, lama waktu layanan) dalam rentang yang cukup lebar. Teknik
yang digunakan dalam bimbingan dan konseling perkembangan adalah pembelajaran,
pertukaran informasi, bermain peran, tutorial, dan konseling (Muro and Kotman,
1995:5)
D.Tujuan dan Fungsi Bimbingan konseling
a.
Tujuan Umum
Tujuan umum dari layanan Bimbingan dan Konseling adalah sesuai
dengan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem
Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 1989 (UU No. 2/1989), yaitu terwujudnya
manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman, dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan
ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri
serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Depdikbud, 1994 : 5).
b.
Tujuan Khusus
Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk
membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek
pribadi, sosial, belajar dan karier.
Bimbingan pribadi – sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan
tugas perkembangan pribadi – sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa,
mandiri, dan bertanggung-jawab. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai
tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Bimbingan karier dimaksudkan untuk
mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.
Ditinjau dari segi sifatnya, layanan Bimbingan dan Konseling dapat
berfungsi sebagai :
a)
Fungsi Pencegahan (preventif)
Layanan Bimbingan dan Konseling dapat berfungsi pencegahan artinya
: merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Dalam fungsi
pencegahan ini layanan yang diberikan berupa bantuan bagi para siswa agar
terhindar dari berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya. Kegiatan
yang berfungsi pencegahan dapat berupa program orientasi, program bimbingan
karier, inventarisasi data, dan sebagainya.
b)
Fungsi pemahaman
Fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling
yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu
sesuai dengan keperluan pengembangan siswa pemahaman ini mencakup :
1) Pemahaman tentang diri siswa, terutama oleh siswa sendiri,
orangtua, guru, dan guru pembimbing.
2) Pemahaman tentang lingkungan siswa (termasuk di dalam lingkungan
keluarga dan sekolah) terutama oleh siswa sendiri, orangtua, guru, dan guru
pembimbing.
3) Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (terutama di
dalamnya informasi pendidikan, jabatan/pekerjaan dan/atau karier dan informasi
budaya/nilai-nilai terutama oleh siswa.
c)
Fungsi Perbaikan
Walaupun fungsi pencegahan dan pemahaman telah dilakukan, namun
mungkin saja siswa masih menghadapi masalah-masalah tertentu. Disinilah fungsi
perbaikan itu berperan, yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling yang akan
menghasilkan terpecahnya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami
siswa.
d)
Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi ini berarti bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang
diberikan dapat membantu para siswa dalam memelihara dan mengembangkan
keseluruhan pribadinya secara mantap, terarah, dan berkelanjutan. Dalam fungsi
ini hal-hal yang dipandang positif agar tetap baik dan mantap. Dengan demikian,
siswa dapat memelihara dan mengembangkan berbagai potensi dan kondisi yang
positif dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
1.Pengertian Bimbingan
Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai
informasi tentang dirinya sendiri
2.Pengertian Konseling
proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling
oleh konselor kepada klien yang sedang mengalami sesuatu masalah yang bermuara
pada teratasinya masalah yang dihadapi klien
3.Pengertian bimbingan konseling
Pelayanan bantuan untuk peserta didik(individu/kelompok) agar
mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar,
karir; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar
norma-norma yang berlaku.
4.Tujuan dan Fungsi Bimbingan Konseling
bertujuan untuk membantu manusia agar dapat mencapai tujuan-tujuan
perkembangan meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karier.
Ditinjau dari segi sifatnya, layanan Bimbingan dan Konseling dapat
berfungsi sebagai :
a. Fungsi Pencegahan (preventif)
Fungsi pencegaha merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya
masalah.
b. Fungsi pemahaman
Fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu fungsi yang akan menghasilkan
pemahaman tentang diri, lingkungan,dan lingkungan yang lebih luas pada diri
klien.
c. Fungsi Perbaikan
fungsi perbaikan yaitu fungsi Bimbingan dan Konseling yang akan
menghasilkan terpecahnya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami klien.
d. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembanga.
Fungsi ini berarti bahwa layanan Bimbingan dan Konseling yang
diberikan dapat membantu para klien dalam memelihara dan mengembangkan
keseluruhan pribadinya secara mantap, terarah, dan berkelanjutan.
DAFTAR PUSTAKA
Winkel, W.S,.2005. Bimbingan dan Konseling di Intitusi Pendidikan,
Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia.
H. Achmad J.N. 2005. Manajemen Bimbingan dan Konseling di SMP,
Jakarta: Grasindo
Eko.http://eko13.wordpress.com
pengertian bimbingan .16 maret 2008.
Ifdil Dahlani .http://konselingindonesia.com.
http://id.wikipedia.org/wiki. Pengertian Konseling
Tidak ada komentar:
Posting Komentar