PENERAPAN METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BACAAN AL-QURAN PADA
SISWA KELAS 4 DI SDIT ISLAMIA
makalah
sebagai pemenuhan tugas terhadap mata kuliah PTK
Disusun
Oleh :
Tia Aulia
Dosen Pembimbing :
Slamet Priyono, MM
FAKULTAS
TARBIYAH
AL
MA’HAD AL ‘ALY BAITUL HALIM
BEKASI
2015
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya, karena atas limpahan karunia dan rahmat dari-Nya sehingga Penulis
dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini. Salawat dan salam semoga selalu
diberikan kepada junjungan kita Nabi Muhammmad SAW, penuntun jalan kebenaran
teladan bagi umat dan rahmat bagi seluruh alam. Salam dan doa semoga terlimpah
juga kepada keluarganya, para sahabat, dan para pengikutnya yang setia hingga
akhir zaman.
Pada kesempatan ini, Penulis
menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1.
kedua
orang tua Penulis yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil;
2.
Bapak
Slamet Priyono,MM selaku dosen pembimbing;
3.
Pihak-pihak
yang telah memberikan masukan, saran, dan berupa literatur-literatur yang
menjadi rujukan dan referensi;
sehingga
dapat tersusunnya makalah
yang berjudul ”PENERAPAN
METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN BACAAN AL-QURAN PADA SISWA KELAS 4 DI SDIT
ISLAMIA” . Semoga dengan adanya makalah ini
dapat membantu kita semua dalam mempelajari dan memahami tentang PTK
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan
memerlukan banyak perbaikan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun untuk penyenyempurnaan tugas ini. Penulis berharap
semoga makalah ini berguna dan bermanfaat. Aamiin.
Bekasi,
September 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR………...........…………………………………………. i
DAFTAR
ISI..…………….……………..…………………….……………… ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. latar Belakang…………………………………………………................... 1
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………. 1
C. Tujuan Penulisan………………………………………………………….. . 2
BAB
II
PEMBELAJARAN
MEMBACA AL-QURAN METODE TILAWATI
A.
Pembelajaran Membaca Al-Quran…………………………………………… 3
1.
Pengertian Pembelajaran Membaca Al-Quran……………………………. 3
2.
Prinsip-prinsip Pembelajaran Membaca Al-Quran………………………. 3
3.
Tujuan Pembelajaran Membaca Al-Quran……………………………. 3
4.
Tahap Belajar Membaca Al-Quran…………………………….
B.
Pembelajaran Membaca Al-Quran…………………………………………… 3
1. Pengertian
Metode Tilawati……………………………. 3
2.
Target Pembelajaran Metode Tilawati ……………………………. 3
3.
Proses Pembelajaran membaca Al-Quran metode Tilawat………………. 3
4.
Guru dan Peranannya dalam Proses Belajar Mengajar Tilawati………. 3
BAB III
METODE TILAWATI DI SDIT ISLAMIA
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………………….. 9
B. Saran…………………………………………………………………......... 9
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………… 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Pendidikan
dilakukan agar seseorang memperoleh pemahaman tentang suatu ilmu. Pendidikan
juga mempermudah seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Dalam
pelaksanaanya pendidikan bermula dari seorang pendidik yang mampu menjadikan
suasana pendidikan komunikatif dan menyenangkan, sehingga proses
pembelajaranpun dapat berjalan dengan lancar dan dapat hasil yang memuaskan.
Al-Qur’an adalah kalamullah sebagai pedoman hidup manusia. Untuk dapat memahami
ajarannya yaitu dengan cara dibaca,ditulis,dilafalkan,dipahami maknanya, dan
dilaksanakan isinya.
Al-Qur’an
diberi pengertian sebagai kalam Allah SWT yang diturunkan atau diwahyukan
kepada Nabi Muhammad SAW melalui prantara Malaikat Jibril,yang merupakan mukjizat,
yang diriwayatkan secara mutawatir yang ditulis di mushaf dan membacanya
dinilai ibadah.
Dalam surat Al-Isra` ayat 106 telah diterangkan proses turunnya
Al-Qur`an :
“Dan
Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu
membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi
bagian”.
Dan Allah
datangkan kepada manusia Al-Qur`an, yang Allah pisah-pisahkan, yakni Allah
menurunkan Al-Qur`an itu secara terpisah-pisah dan berangsur-angsur pada malam
lailatul Qadar di bulan Ramadhan selama 23 tahun, Sesuai dengan
kejadian-kejadian yang berkaitan dengan turunnya masing-masing ayat.
Mempelajari
Al-Qur’an bagi setiap umat Islam merupakan suatu kewajiban. Langkah pertama
untuk mempelajari Al-Qur’an adalah belajar membaca. Karena seseorang yang dapat
membaca tulisan maka langkah selanjutnya seseorang dapat menulis, dan dengan
membaca orang hafal dengan abjad huruf-huruf dasar. Membaca Al-Qur`an tidak
lepas dari istilah Murotal (membaca dengan irama atau lagu).
Karena menyangkut
dengan kecintaan dan penjiwaan bagi orang yang mentadabur Al-Qur`an dan juga merupakan
sunnah Nabi.
“Hadis dari
Utsman bin Abi Syaibah, hadis dari Jarir dari ‘Amsy, dari Thalhah, dari Abdur
Rohman bin ‘Ausyajah, dari Barai bin ‘Azib berkata, Rasulullah SAW bersabda :
“Hiasilah Al-Qur`an kalian dengan suara kalian.” (HR. Abu Dawud)
Pada saat
sekarang ini masih banyak metode membaca Al-Qur`an yang cenderung konvensional,
yaitu dengan nada lurus sehingga terkesan monoton yang berdampak pembelajaran
kurang dapat diminati oleh siswa sehingga berdampak pada hasil belajar siswa.
Mempelajari Al-Qur`an termasuk cara membacanya dengan baik dan benar tidaklah
mudah seperti halnya membalik tangan. Selain harus mengenal huru-huruf hijaiyah
tentu juga dibutuhkan keterampilan sendiri agar dapat membaca Al-Qur`an secara tartil.
Tartil artinya membaca Al-Qur`an dengan perlahan lahan dan tidak terburu-buru
dengan bacaan baik dan benar sesuai dengan makhraj dan sifat- sifatnya
sebagaimana di jelaskan dalam ilmu tajwid. Dari kata tartil inilah lahir
istilah murotal yaitu pembacaan Al-Qur`an secara baik, benar dan lancar dengan
irama standar. Dasar membaca dalam Al-Qur`an sudah diterangkan bahwasannya membaca
adalah langkah untuk memahami sesuatu.
“Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia, Yang mengajar
(manusia) dengan perantaran kalamDia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(Q.S.Al-`Alaq: 1-5)
Ayat
di atas megungkapkan bahwasannya membaca adalah suatu langkah awal di mana
seseorang mendapat ilmu pengetahuan dari pembacaan kemudian timbullah pemahaman
sehingga terciptalah suatu ilmu pengetahuan. Belajar adalah salah satu upaya
membentuk peradaban yang dicita-citakan oleh masyarakat muslim, maka pemahaman
terhadap Al-Qur`an harus ditingkatkan agar tidak terjadi kesalahan dalam
menangkap pesan yang terkandung di dalamnya. Sebutan bacaan yang baik memiliki
banyak aspek, selain etika dalam membaca Al-Qur`an, kata baik juga menyangkut
sikap terhadap Al-Qur`an. Dalam membaca Al-Qur`an seorang muslim taksekedar
memenuhi persyaratan seperti suci badan, pakaian dan tempat, akan tetapi juga menyucikan
hati dan perasaan, agar saat membaca Al-Qur`an yang muncul dihati adalah
perasaan cinta dan penuh kerinduan kepada sang pemilik AlQur`an.
Metode
Tilawati merupakan metode balajar membaca Al-Qur`an yang menggunakan nada-nada tilawah
dengan pendekatan yang seimbang antara pembiasaan melalui klasikal dan
kebenaran membaca melalui individual dengan tehnik baca simak sehingga dalam
pembelajaran peserta didik dapat tuntas dan khatam dalam membaca Al-Qur`an.
Dengan penerapan lagu dalam bacaan Al-Qur`an siswa akan lebih senang dalam
proses pembelajaran dan gemar membaca AlQur`an sehingga berdampak pada hasil
belajar siswa kelas 4 di SDIT ISLAMIA.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah sebagaimana diungkapkan di atas, maka dapat difokuskan
penelitian ini diarahkan atau dibatasi pada pada hal-hal berikut:
1. Bagaimana
penerapan metode Tilawati pada pembelajaran membaca AlQur`an di SDIT ISLAMIA ?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan
metode Tilawati dalam pembelajaran membaca AlQur`an di SDIT ISLAMIA.
2. Manfaat
penelitian
a. Secara praktis
1) Sebagai
bahan masukan dalam meningkatkan mutu pembelajaran membaca AlQur`an.
2) Sebagai
motivator dalam meningkatkan kualitas pembelajaran membaca AlQur`an.
3) Sebagai masukan ilmiah yang bernuansa keislaman.
b. Secara teoritis
1) Untuk menambah pengetahuan dalam bidang pendidikan.
2) Sebagai media penelitian pembelajaran dalam berkarya ilmiah.
3) Melatih diri untuk peka terhadap fenomene-fenomena pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar