Kamis, 08 Oktober 2015

contoh pendahuluan PENERAPAN METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BACAAN AL-QURAN PADA SISWA KELAS 4 DI SDIT ISLAMIA

PENERAPAN METODE TILAWATI DALAM  MENINGKATKAN KUALITAS BACAAN AL-QURAN PADA SISWA KELAS 4 DI SDIT ISLAMIA
makalah sebagai pemenuhan tugas terhadap mata kuliah PTK













                                                                  Disusun Oleh :
                                                                     Tia Aulia


Dosen Pembimbing :
Slamet Priyono, MM


FAKULTAS TARBIYAH
AL MA’HAD AL ‘ALY BAITUL HALIM

BEKASI
2015

KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi Allah Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya, karena atas limpahan karunia dan rahmat dari-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini. Salawat dan salam semoga selalu diberikan kepada junjungan kita Nabi Muhammmad SAW, penuntun jalan kebenaran teladan bagi umat dan rahmat bagi seluruh alam. Salam dan doa semoga terlimpah juga kepada keluarganya, para sahabat, dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
            Pada kesempatan ini, Penulis menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada :
1.        kedua orang tua Penulis yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil;
2.        Bapak Slamet Priyono,MM selaku dosen  pembimbing;
3.        Pihak-pihak yang telah memberikan masukan, saran, dan berupa literatur-literatur yang menjadi rujukan dan referensi;
sehingga dapat  tersusunnya  makalah  yang berjudul PENERAPAN METODE TILAWATI DALAM MENINGKATKAN BACAAN AL-QURAN PADA SISWA KELAS 4 DI SDIT ISLAMIA” . Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu kita semua dalam mempelajari dan memahami tentang PTK
            Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan memerlukan banyak perbaikan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyenyempurnaan tugas ini. Penulis berharap semoga makalah ini berguna dan bermanfaat. Aamiin.

                                                                                                Bekasi, September 2015

                                                                                                         Penulis

DAFTAR ISI
    
KATA PENGANTAR………...........………………………………………….     i
DAFTAR ISI..…………….……………..…………………….………………     ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.  latar Belakang…………………………………………………...................       1
B.  Rumusan Masalah………………………………………………………….       1
C.  Tujuan Penulisan………………………………………………………….. .      2
BAB II
PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QURAN METODE TILAWATI
A.  Pembelajaran Membaca Al-Quran……………………………………………   3           
1.      Pengertian Pembelajaran Membaca Al-Quran…………………………….  3
2.      Prinsip-prinsip Pembelajaran Membaca Al-Quran……………………….    3
3.      Tujuan Pembelajaran Membaca Al-Quran…………………………….        3
4.      Tahap Belajar Membaca Al-Quran…………………………….
B.  Pembelajaran Membaca Al-Quran……………………………………………   3           
1.      Pengertian Metode Tilawati…………………………….                                 3
2.      Target Pembelajaran Metode Tilawati …………………………….            3
3.      Proses Pembelajaran membaca Al-Quran metode Tilawat………………. 3
4.      Guru dan Peranannya dalam Proses Belajar Mengajar Tilawati……….      3
BAB III
METODE TILAWATI DI SDIT ISLAMIA

BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan………………………………………………………………..        9
B.  Saran………………………………………………………………….........         9
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………      10





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan dilakukan agar seseorang memperoleh pemahaman tentang suatu ilmu. Pendidikan juga mempermudah seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaanya pendidikan bermula dari seorang pendidik yang mampu menjadikan suasana pendidikan komunikatif dan menyenangkan, sehingga proses pembelajaranpun dapat berjalan dengan lancar dan dapat hasil yang memuaskan. Al-Qur’an adalah kalamullah sebagai pedoman hidup manusia. Untuk dapat memahami ajarannya yaitu dengan cara dibaca,ditulis,dilafalkan,dipahami maknanya, dan dilaksanakan isinya.
Al-Qur’an diberi pengertian sebagai kalam Allah SWT yang diturunkan atau diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui prantara Malaikat Jibril,yang merupakan mukjizat, yang diriwayatkan secara mutawatir yang ditulis di mushaf dan membacanya dinilai ibadah.
Dalam surat Al-Isra` ayat 106 telah diterangkan proses turunnya Al-Qur`an :
Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian”.
Dan Allah datangkan kepada manusia Al-Qur`an, yang Allah pisah-pisahkan, yakni Allah menurunkan Al-Qur`an itu secara terpisah-pisah dan berangsur-angsur pada malam lailatul Qadar di bulan Ramadhan selama 23 tahun, Sesuai dengan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan turunnya masing-masing ayat.
Mempelajari Al-Qur’an bagi setiap umat Islam merupakan suatu kewajiban. Langkah pertama untuk mempelajari Al-Qur’an adalah belajar membaca. Karena seseorang yang dapat membaca tulisan maka langkah selanjutnya seseorang dapat menulis, dan dengan membaca orang hafal dengan abjad huruf-huruf dasar. Membaca Al-Qur`an tidak lepas dari istilah Murotal (membaca dengan irama atau lagu).
Karena menyangkut dengan kecintaan dan penjiwaan bagi orang yang mentadabur Al-Qur`an dan juga merupakan sunnah Nabi.
“Hadis dari Utsman bin Abi Syaibah, hadis dari Jarir dari ‘Amsy, dari Thalhah, dari Abdur Rohman bin ‘Ausyajah, dari Barai bin ‘Azib berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Hiasilah Al-Qur`an kalian dengan suara kalian.” (HR. Abu Dawud)
Pada saat sekarang ini masih banyak metode membaca Al-Qur`an yang cenderung konvensional, yaitu dengan nada lurus sehingga terkesan monoton yang berdampak pembelajaran kurang dapat diminati oleh siswa sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Mempelajari Al-Qur`an termasuk cara membacanya dengan baik dan benar tidaklah mudah seperti halnya membalik tangan. Selain harus mengenal huru-huruf hijaiyah tentu juga dibutuhkan keterampilan sendiri agar dapat membaca Al-Qur`an secara tartil. Tartil artinya membaca Al-Qur`an dengan perlahan lahan dan tidak terburu-buru dengan bacaan baik dan benar sesuai dengan makhraj dan sifat- sifatnya sebagaimana di jelaskan dalam ilmu tajwid. Dari kata tartil inilah lahir istilah murotal yaitu pembacaan Al-Qur`an secara baik, benar dan lancar dengan irama standar. Dasar membaca dalam Al-Qur`an sudah diterangkan bahwasannya membaca adalah langkah untuk memahami sesuatu.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalamDia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(Q.S.Al-`Alaq: 1-5)
Ayat di atas megungkapkan bahwasannya membaca adalah suatu langkah awal di mana seseorang mendapat ilmu pengetahuan dari pembacaan kemudian timbullah pemahaman sehingga terciptalah suatu ilmu pengetahuan. Belajar adalah salah satu upaya membentuk peradaban yang dicita-citakan oleh masyarakat muslim, maka pemahaman terhadap Al-Qur`an harus ditingkatkan agar tidak terjadi kesalahan dalam menangkap pesan yang terkandung di dalamnya. Sebutan bacaan yang baik memiliki banyak aspek, selain etika dalam membaca Al-Qur`an, kata baik juga menyangkut sikap terhadap Al-Qur`an. Dalam membaca Al-Qur`an seorang muslim taksekedar memenuhi persyaratan seperti suci badan, pakaian dan tempat, akan tetapi juga menyucikan hati dan perasaan, agar saat membaca Al-Qur`an yang muncul dihati adalah perasaan cinta dan penuh kerinduan kepada sang pemilik AlQur`an.
Metode Tilawati merupakan metode balajar membaca Al-Qur`an yang menggunakan nada-nada tilawah dengan pendekatan yang seimbang antara pembiasaan melalui klasikal dan kebenaran membaca melalui individual dengan tehnik baca simak sehingga dalam pembelajaran peserta didik dapat tuntas dan khatam dalam membaca Al-Qur`an. Dengan penerapan lagu dalam bacaan Al-Qur`an siswa akan lebih senang dalam proses pembelajaran dan gemar membaca AlQur`an sehingga berdampak pada hasil belajar siswa kelas 4 di SDIT ISLAMIA.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana diungkapkan di atas, maka dapat difokuskan penelitian ini diarahkan atau dibatasi pada pada hal-hal berikut:
1. Bagaimana penerapan metode Tilawati pada pembelajaran membaca AlQur`an di SDIT ISLAMIA ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode Tilawati dalam pembelajaran membaca AlQur`an di SDIT ISLAMIA.

2. Manfaat penelitian
a. Secara praktis
1) Sebagai bahan masukan dalam meningkatkan mutu pembelajaran membaca AlQur`an.
2) Sebagai motivator dalam meningkatkan kualitas pembelajaran membaca AlQur`an.
3) Sebagai masukan ilmiah yang bernuansa keislaman.

b. Secara teoritis
1) Untuk menambah pengetahuan dalam bidang pendidikan.
2) Sebagai media penelitian pembelajaran dalam berkarya ilmiah.
3) Melatih diri untuk peka terhadap fenomene-fenomena pendidikan.

            


Tidak ada komentar:

Posting Komentar